Saturday, 20 January, 2018 - 03:36

Sulteng Butuh Alat Peringatan Dini Kebencanaan

Lukman. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Seksi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng Lukman mengatakan dengan posisi Sulawesi Tengah yang rawan terhadap bencana dibutuhkan alat peringatan dini (early warning system).

“Early warning sangat perlu untuk mencegah korban jiwa atas suatu bencana seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Lukman kepada Metrosulawesi, Kamis, 30 November 2017.

Sistem kerja alat early warning kata Lukman menggunakan tehnologi yang telah terprogram untuk memberikan peringatan dini akan potensi suatu bencana. Early warning berfungsi untuk memberitahukan akan timbulnya suatu kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda lainnya.  Ketika akan terjadi bencana, sudah bisa diketahui melalui sinyal-sinyal yang dimunculkan dari alat early warning melalui suara sirene.

“Untuk di Sulteng memang sudah ada terpasang early warning seperti di area Taman Gor Palu. Disitu dipasang early warning gempa untuk mengingatkan apakah gempa berpotensi tsunami,” jelasnya.

Selain di Palu, early warning juga sudah terpasang beberapa titik disejumlah kabupaten di daerah ini. Namun mengingat Sulteng dengan potensi kebencanannya, masih membutuhkan tambahan early warning.

BPBD Sulteng dikatakan Lukman hingga tahun 2018 mendatang belum akan bisa melakukan penambahan early warning itu. Namun demikian pihaknya berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa membantu penambahan alat early warning di Sulteng.

“Nanti kita akan bermohon ke BNPB lewat pengusulan untuk program tahun 2018 mendatang,” tandasnya.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.