Wednesday, 19 September, 2018 - 11:21

Sulteng Diberi 400 Kuota CPNS

Zubair. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Rekrutmen CPNS daerah hingga saat ini belum ada kepastian. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng masih menunggu surat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

“Belum ada surat dari Menpan, kami masih menunggu,” ujar Kepala BKD Sulteng Zubair kepada Metrosulawesi, Senin, 9 Juli 2018.

Zubair menerangkan, surat dari Menpan akan menjadi petunjuk pelaksanaan rekrutmen meliputi waktu, mekanisme sampai kuota formasi. Kemungkinan terbesar rekrutmen sendiri menggunakan sistem online.

Terpisah Kepala Bidang Pengadaan, Penghargaan dan Informasi Kepegawaian BKD Sulteng, Purwoko menjelaskan pihaknya sebelumnya mengusulkan tiga formasi dengan kuota seribu lebih. Namun dari usulan tersebut yang mendapat lampu hijau dari Menpan hanya sekitar 400 lebih dengan formasi tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga tehnis.

“Kuota itu disesuaikan dengan jumlah pensiunan ASN Pemprov Sulteng setiap tahunnya. Tapi itu juga belum pasti karena masih menunggu penetapan akhir dari Menpan,” jelasnya.

Adapun untuk usulan formasi kabupaten/kuota di Sulteng, Purwoko mengaku tidak mengetahuinya. Itu karena pengusulan formasi antara BKD provinsi dan kabupaten/kota diusulkan masing-masing. Namun dia memperkirakan jumlah kuota yang akan diberikan kepada kabupaten/kota tidak jauh berbeda dengan provinsi.

“Kalau kami di BKD Sulteng sudah melengkapi semua persyaratan pengajuan formasi, tinggal menunggu. Dalam waktu dekat ada rencana Kepala BKD akan ikut rakor di Jakarta, mungkin rakor terkait rekrutmen,” kata Purwoko.

Purwoko mengimbau agar masyarakat tidak tertipu oleh oknum-oknum yang ingin memanfaatkan rekrutmen CPNS dengan iming-iming tertentu. Informasi kepastian rekrutmen hanya bersumber dari Menpan-RB.

“Jangan percaya informasi di luar Menpan-RB, ditunggu saja karena akan diumumkan serentak secara nasional,” tandas Purwoko.

Pendaftaran Online

Dari Jakarta dilaporkan, saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah melakukan persiapan untuk seleksi CPNS 2018.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan pada seleksi CPNS tahun ini pemerintah akan melakukan dengan sistem yang terintegrasi. Contohnya dalam tahap pendaftaran hanya satu pintu melalui situs sscn.bkn.go.id.

"Nggak peduli itu daerah maupun pusat tetap mekanisme online pendaftarannya melalui sscn.bkn.go.id. Lalu seleksi kompetensi bidang (SKB) juga di bawah koordinasi BKN. Minimal di setiap provinsi ada 1 lokasi tes," kata Ridwan, Jakarta, Senin 9 Juli.

"Jadi daerah nanti diharapkan untuk mengumpulkan soal untuk SKB, itu ke BKN. Karena tes SKB-nya juga pakai CAT. Basisnya pakai CAT BKN. Integrasinya itu," sambung dia.

Sedangkan untuk alur seleksi, kata Ridwan, tidak jauh berbeda dengan pembukaan lowongan CPNS pada 2017 lalu. Mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi kompetensi bidang.

"Nanti akan dilakukan seleksi administratif, oleh kementerian, lembaga, atau daerah masing-masing. Dari yang lulus seleksi administrasi, kita minta untuk ikuti SKD (seleksi kompetensi dasar) dengan CAT BKN, setelah itu ada SKB yang sebagian besar di daerah wajib pakai CAT BKN," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (Humas) Kementerian PANRB, Mudzakir mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan proses validasi untuk menghitung kebutuhan formasi CPNS 2018 yang akan dibuka.

"Waktu proses validasi ini kan kita tidak ada target waktu tertentu. Jadi tidak ada target, cuma lebih kepada proses yang hati-hari yang cermat, sehingga nanti formasi yang keluar sesuai kebutuhan," tuturnya. (mic/*)  

 

Editor: Udin Salim