Friday, 22 June, 2018 - 07:27

Sulteng Didorong Manfaatkan Peluang Pariwisata Berbasis MICE

FOTO BERSAMA - Kepala Bidang Pengembangan Wisata Konvensi, Olahraga dan Rekreasi Kemenpar RI Aranyaka Dananjaya Axioma foto bersama Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik Mohamad Faisal Mang, Kepala Dinas Pariwisata Sulteng Ardiansyah Lamasitudju dan undangan lainnya di Sosialisasi Kebijakan MICE di Palu pada Senin, 4 Desember 2017. (Foto : Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mendorong pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memanfaatkan peluang pariwisata berbasis Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).

MICE dalam bahasa Indonesia yaitu pertemuan, insentif, konvensi dan pameran merupakan suatu jenis kegiatan pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Wisata Konvensi, Olahraga dan Rekreasi Kemenpar RI Aranyaka Dananjaya Axioma saat Sosialisasi Kebijakan MICE di Palu pada Senin, 4 Desember 2017.

“Kebijakan tersebut merupakan hal yang bisa dibilang masih baru, akan tetapi hal itu memiliki impact yang cukup luas bagi masyarakat, pemerintah dan secara ekonomi-pun akan menggerakan sektor pariwisata menjadi lebih bergairah,” ujar Aranyaka.

Menurut Aranyaka, Indonesia memiliki kekayaan budaya dan kekayaan alam yang sangat indah serta beragam. Khususnya untuk Sulteng sebagai nagian wilayah Indonesia yang lokasinya tepat ditengah, dipandang memiliki posisi yang strategis. Untuk itu, kata dia, Sulteng harus mampu menangkap peluang tersebut dengan terus belajar dan berbenah guna memenuhi standar baku pariwisata MICE.

“Ini peluang emas karena saya lihat Palu, sudah memiliki Bandara yang terus dikembangkan menjadi internasional, juga punya hotel yang mulai banyak. Maka Palu (Sulawesi Tengah) harus punya standar tiga A yaitu Akses, Atraksi dan Amiditas serta sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengambil peluang MICE,” tuturnya.

Menyahuti hal ini, Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik Mohamad Faisal Mang mewakili Gubernur Sulteng mengatakan perlu upaya cepat merespon peluang pariwisata yang ada. Untuknya itu, ia menyambut antusias adanya kebijakan MICE.
        
Faisal menekankan agar semua pihak terkait perlu mengetahui apa itu MICE. Diharapkan melalui sosialisasi ini memberi preferensi kepada daerah, yang pada akhirnya memberi dampak positif seperti kontribusi devisa yang besar.
        
Kepada Aranyaka, asisten menjelaskan Sulteng telah banyak menggelar iven nasional maupun internasional dan sukses diselenggarakan. Iven berskala internasional terbaru di Sulteng yakni TdCC.

“Setiap acara besar yang diselenggarakan Sulawesi Tengah, pasti para wisatawan atau tamu membelanjakan uangnya untuk akomodasi hotel. Untuk kuliner kita punya Kaledo, dan oleh-oleh khas bawang goreng. Itu semua perlu diperkenalkan dan perlu dikemas dengan baik,” ucap Faisal.


Editor : M Yusuf Bj