Friday, 20 April, 2018 - 20:32

Sulteng Kirim Lima Atlet di Kejurnas Petanque

Atlet dan pengurus Petanque berpose bersama Ketua Umum KONI Sulteng Anwar Ponulele sebelum pamitan menuju Kejurnas Petanque di Unisma Bekasi, 29-31 Maret 2018 mendatang. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengurus olahraga petanque Sulawesi Tengah mengirim lima atletnya ke kejuaraan nasional (Kejurnas) petanque yang akan berlangsung di Kampus Unisma Bekasi, Banten, 29-31 Maret 2018. Kelima atlet yang dikirim itu masing-masing Dias Saharuddin, Muh Irfan Pratama,Muh Arfah, Hendra Iskandar dan Muhammad Iskandar.Mereka didampingi pelatih Andi Sultan Brilin Susandi.

Kelima atlet didampingi pelatih dan pengurus petanque tersebut pamitan kepada Ketua Umum Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah Anwar Ponulele didampingi Sekretaris Umum Shafei Datupalinge dan pengurus KONI lainnya sebelum bertolak ke Bekasi, Selasa 27 Maret 2018. Hadir pula Sekretaris Federasi Olahraga Pentaque Indonesia (FOPI) Provinsi Sulawesi Tengah Humaedi.

Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah H Anwar Ponulele dalam arahannya menekankan agar atlet petanque Sulteng tidak gentar menghadapi lawan meski lebih berpengalaman. Meski pertandingan ini merupakan perdana, lanjut Anwar, namun atlet tidak boleh demam panggung agar bisa meraih kemenangan.

“Kuncinya selain berusaha keras tentunya adalah berdoa. Jadi sekali lagi jangan gentar menghadapi lawan,” tekannya.

Anwar juga menyampaikan kalau Kejurnas tersebut tentunya menjadi ajang pemanasan bagi atlet  menjelang PON XX yang berlangsung di Papua tahun 2020 mendatang. Dalam PON tersebut, cabor petanque memperebutkan Sembilan medali emas. Anwar berharap petanque bisa menyumbangkan medali bagi kontingen Sulteng.

Sedangkan Sekretaris FOPI Sulawesi Tengah Humaedi  dalam kesempatan itu  mengatakan atlet Sulteng  akan turun di nomor pertandingan single man, double man, shooting man dan double open di Kejurnas itu. Humaedi berharap para atletnya bisa tampil maksimal dan meraih medali meski masih berstatus laga perdana.

“Momen ini sebagai ajang sosialisasi pentaque bagi Sulteng . Olahraga ini cukup potensial untuk dikembangkan selain sarana dan prasarananya mudah dan murah serta tidak ada batasan umurnya dan tidak membutuhkan fisik yang lebih,” ujar akademisi Untad tersebut.