Saturday, 18 August, 2018 - 20:12

Sulteng Siap Sukseskan Tiga Program Nasional

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola foto bersama Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Perdagangan dan Internasional  Mat Syukur, Kepala Pusat Penyuluhan  Fatan Endarsih, Kasdam Brigjen Santos G Matondang, Danrem 132 Tadulako, Walikota Palu dan para Bupati se-Sulteng usai rapat evaluasi dan pemantapan upsus pajale, babe dan siwap di Ruang Pilibu Kantor Gubernur Sulteng, Selasa, 7 Februari 2017. (Foto : Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama para bupati dan wali kota siap menyukseskan tiga program nasional yaitu upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (upsus pajala), bawang merah-aneka cabe (babe) dan sapi indukan wajib bunting (siwab).

“Upsus pajala, babe dan siwab bertujuan meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraan petani, serta mengentaskan kemiskinan terutama di pedesaan. Tentu dengan harapan program tersebut dapat mewujudkan kedaulatan ekonomi kerakyatan menuju petani sejahtera, bangsa maju,” kata Gubernur Longki saat rapat evaluasi dan pemantapan upsus pajale, babe dan siwap di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Selasa, 7 Februari 2017.

Menurut gubernur, tiga program itu merupakan upaya pencapaian sasaran tujuh komoditas pangan utama sesuai agenda prioritas nawacita Presiden Joko Widodo yakni padi, jagung, kedelai, bawang merah, aneka cabai, daging dan gula.

Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 23 Ttahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Oleh karena itu, hubungan yang serasi dan selaras antara pembangunan sektoral dengan pembangunan daerah harus senantiasa terpelihara dan terus dikembangkan, ditingkatkan serta dimantapkan atas dasar keutuhan negara.

Kata Longki, pembangunan pertanian di Sulawesi Tengah, pada satu sisi, telah memberikan hasil yang positif, seperti peranannya dalam penyediaan pangan daerah, penyediaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan di pedesaan. Tetapi pada sisi lainnya, masih terdapat berbagai tantangan penting dan mendasar yang harus segera diatasi, diantaranya kondisi infrastruktur yang belum memadai, termasuk infrastruktur jaringan irigasi tingkat usahatani dan jalan usahatani/jalan produksi.

“Capaian produktivitas padi, jagung, kedelai serta indeks pertanaman masih dibawah rata-rata nasional. Serta yang paling mendasar adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui perbaikan nilai tukar petani (ntp). Saat ini ntp khusus sub sektor tanaman pangan di Sulawesi Tengah masih berada dibawah angka 100, walaupun ntp gabungan sektor pertanian diatas 100 serta bagaimana mengurangi kemiskinan terutama di pedesaan yang sebagian besar berkerja di sektor pertanian,” tandas Gubernur Longki.

Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Perdagangan dan Internasional  Mat Syukur yang hadir mewakili Menteri Andi Amran Sulaiman menyampaikan harapannya agar semua pihak yang terlibat dalam program upsus pajala, babe dan siwab dapat meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi sehingga tujuan dari program upsus dapat terwujud.

“Kita harus optimis sasaran luas tanam, panen, produktivitas dan produksi yang tidak dicapai pada musim tanam 2016/2017 dapat direalisasikan pada musim tanam 2017. Sehingga sasaran tahun 2017 secara keseluruhan dapat dicapai,” ucap Staf ahli.

Rapat kerja ini turut dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan  Fatan Endarsih, Pangdam XIII Merdeka diwakili Kasdam Brigjen Santos G Matondang, Danrem 132 Tadulako, Wali Kota Palu dan para Bupati se-Sulteng.


Editor : M Yusuf BJ