Thursday, 20 September, 2018 - 20:27

Sulteng Urutan Pertama Siap UNBK

Irwan Lahace. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace mengungkapkan, tahun ini sejumlah sekolah baik itu SMA/SMK se Sulteng telah siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Bahkan dari 17 Provinsi di Indonesia, Provinsi Sulteng urutan pertama menyatakan siap melaksanakan UNBK dihadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,” kata Irwan di kantornya, Rabu, 21 Februari 2018.

Menurut Irwan, pelaksanaan UNBK sangat baik dibandingkan dengan pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) yang selama ini dilaksanakan.

“Sebab proses penyaluran UNKP sangat panjang. Tak hanya itu, jadwalnya kadang meleset dari target, yang membuat banyak kejadian, diantaranya pihak sekolah terpaksa harus menggunakan mesin foto copy untuk memenuhi kebutuhan soal,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, dengan banyaknya sekolah yang melaksanakan UNBK ini, diharapkan seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta di Sulteng bisa melaksanakan UNBK.

“Kita sudah banyak belajar dari tahun sebelumnya, tentang kekurangan dari pelaksanaan UNKP. Selain itu, kita bisa menghindari oknum untuk bisa membocorkan soal yang ada di UNKP. Makanya sekolah wajib mendukung program pemerintah dalam melaksanakan UNBK,” katanya.

Irwan mengatakan pelaksanaan UNBK sebenarnya tidak sulit, sekolah hanya menyiapkan server. Sementara untuk fasilitas komputer bisa dipinjam dari siswa yang memiliki komputer.

“Jika tidak memiliki lagi, bisa pinjam sekolah lainnya yang memiliki fasilitas komputer memadai,” jelasnya.

“Intinya, dalam pelaksanaan UNBK ini memerlukan kemauan. Jika tidak sekolah, tidak mau berusaha maka tidak akan jalan pelaksanaan UNBK. Tetapi jika ada kemauan, maka semuanya bisa berjalan dengan baik. Sebab, jika sekolah hanya bisa mengharapkan bantuan dari pemerintah, maka akan sulit, karena bantuan dari pemerintah sangat terbatas,” ujarnya.
 
Selain Itu menurut Irwan,  Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil membutuhkan biaya cukup besar.

“Harus menggunakan tenaga kerja yang banyak, serta biasanya, guru-guru selalu dijadikan kambing hitam dalam membocorkan soal. Padahal kita ketahui, soal itu dipegang melalui banyak tangan, baru sampai di sekolah soalnya,” ungkapnya.


Editor: M Yusuf Bj

Tags: