Sunday, 19 August, 2018 - 01:44

Sulteng Zona Bahaya Penularan HIV/AIDS

Sekretaris KPA, Kemal. (Foto : Istimewa)

Ditemukan 616 Kasus HIV di Sulteng, Palu Terbanyak

Parigi, Metrosulawesi.com - Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk zona bahaya terhadap penyebaran HIV/AIDS. Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur Sulteng Sudarto dalam konferensi pers di Parigi Moutong, Kamis (17/9/2015). 

"Sulteng sebetulnya sudah mulai berbahaya dengan penularan  HIV AIDS," ucap Sudarto.

Dia mengatakan salah satu faktor  mempercepat penyebaran HIV/AIDS, karena tertutupnya pengidap. Sehingga hal tersebut  mempersulit untuk melakukan pencegahan dini. 

"Yang menjadi sulit, orang terkena HIV/AIDS biasanya tertutup,” katanya.

Olehnya menurut dia, lantaran sulitnya mendeteksi penderita HIV/AIDS, maka kondisi tersebut menjadi tanggung jawab semua komponen, bukan hanya pemerintah tapi juga tanggung jawab bersama termasuk media.

"Walaupun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah baik pusat hingga daerah namun penyebaran HIV AIDS tetap saja masih sulit untuk dicegah," ucapnya.

Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng, sejak tahun 2002-2015 sebanyak 616 kasus HIV dan 362 kasus AIDS yang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota di Sulteng.

Berdasarkan data tersebut jumlah tertinggi berada di Kota Palu dengan jumlah 574 kasus, berdasarkan persentase kasus HIV sebesar 37 persen menimpa kalangan remaja usia 15-24 tahun.

Sementara Kabupaten Parigi Moutong berdasarkan data pada Agustus 2015 terdapat 19 kasus baru HIV, dengan jumlah kumulatif sejak tahun 2002-2015 sebanyak 56 kasus.

Sekretaris KPA, Kemal mengatakan, khusus untuk Kabupaten Parigi Moutong meningkatnya kasus HIV/AIDS disebabkan daerah tersebut merupakan daerah transit. 

"Daerah ini sangat rawan karena merupakan daerah transit," ujarnya.

Ia menekankan, untuk mengantisipasi penyebaran virus HIV/AIDS harus melibatkan masyarakat dengan terus berupaya memberi pemahan terhadap bahayanya virus HIV AIDS tersebut.

"Memang masyarakat harus diajak bersama-sama untuk menanggulangi penyebaran HIV AIDS," sebutnya.

Terkait penularan HIV AIDS tersebut, kata Kemal, tidak memandang usia. Saat  ini, anak dari nol usia pun sudah ada yang terinfeksi. Penularan itu menurutnya melalui ibu yang melahirkan bayi sedang mengidap HIV AIDS.

Untuk di kalangan pelajar, lanjut Kemal, memang sudah ada ditemukan. Namun belum diketahui apakah penularannya saat anak tersebut masih duduk di bangku sekolah atau memang dari lahir.

Sementara Plt Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menko PMK, Nurbaiti Yuliana mengatakan, saat ini pemerintah pusat sangat serius dalam penanggulangan peyebaran HIV AIDS.

"Adanya kelembagaan penanggulangan HIV AIDS dari pusat hingga daerah menunjukan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah ini," urainya. 

Remaja Peduli

Sementara itu, Remaja Parigi Moutong, Sulawesi Tengah akan mendeklarasikan dukungan program pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja pada acara puncak Sail Tomini Peduli AIDS 2015 pada Jumat (18/9/2015).

"Pemerintah tidak bisa sendiri dalam menanggulangi HIV/AIDS. Perlu ada dukungan dari para pemangku kepentingan," kata Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Sudarto.

Mengambil momentum Sail Tomini 2015, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Komisi Perlindungan AIDS Sulawesi Tengah berupaya mengampanyekan upaya pencegahan HIV/AIDS sejak dini.

Apalagi, kata Sudarto, angka HIV/AIDS di Sulawesi Tengah setiap tahun semakin meningkat dan terus mengkhawatirkan. Karena itu, perlu kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.

Deklarasi Remaja Parigi Moutong akan dibacakan oleh Duta Remaja Parigi Moutong di depan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani pada acara puncak Sail Tomini Peduli AIDS 2015 di SMA Negeri 1 Parigi Moutong.

Selain itu pada acara puncak Sail Tomini 2015 di Pantai Kayu Bura pada Sabtu (19/9/2015) juga akan ditandatangani "Deklarasi Kayu Bura" oleh seluruh gubernur yang hadir disaksikan Presiden Joko Widodo.

Deklarasi tersebut merupakan inisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mencegah perluasan HIV/AIDS di kalangan masyarakat umum. (dkk/ant)

 

Editor : Syamsu Rizal