Saturday, 22 September, 2018 - 09:45

Tahun 2018, BPR Sulawesi Karya Sentosa Targekan Rp5 Miliar

Dirut BPR Sulawesi Karya Sentosa, Christian F Kaunang. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – PT Bank Perkreditan Rakyat Sulawesi Karya Sentosa yang masih baru di dunia keuangan perbankan. Di tahun 2018 menargetkat penyaluran dana kredit ke nasabah sebesar Rp5 miliar rupiah.

Dirut BPR Sulawesi Karya Sentosa, Christian F Kaunang menuturkan pihaknya akan merencanakan penyaluran dana hanya skala kecil yaitu Rp5 miliar saja. Sedangkan, kurun waktu dua bulan ini terhitung mulai bulan juli 2018 mereka sudah menyalurkan dana ke nasabah sebanyak Rp1 miliar rupiah. Selain itu, ia juga mengatakan belum maksimal sampai saat ini.

“Kita belum perhitungkan soal hal itu, soalnya ini masih banyak kendala-kendala administrasi yang kami harus benahi di tahun ini. Makanya, saya hanya sedikit berbicara kepada awak media. Bukannya kita tidak punya target akan tetapi skalanya masih kecil apalagi kami masih terhitung baru,” katanya, Rabu (12/9).
 
Sementara, nasabah di bank tersebut mulai dari kalangan petani, peternak, hingga wirausahawan.
Sedangkan, dana yang dipakai oleh nasabah kebanyakan untuk modal usaha, modal kerja maupun yang bersifat konsumtif.

“Kita menganalisa sesuai kebutuhan nasabah contohnya kalau petani mereka pakai untuk membeli bibit pertanian. Kebetulan konsep kita di sini simpel saja sesuai dengan sasaran utama kami petani dan peternak yang ada di Kota Palu dan Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Lanjtu dia, pihaknya melakukan promo penawaran kepada nasabah dengan secara langsung atau dor to dor melalui bagian marketing. Selain produk pinjaman dana bank tersebut juga menawarkan produk tabungan deposito bagi nasabah dengan target Rp2 miliar perbulan.

“Mereka yang turun langsung memperkenalkan produk dari BPR Sulawesi Karya Sentosa. Sedangkan, untuk tabungan deposito pasti semua memiliki target tanpa terkecuali. Kalau untuk sekarang masih sekitaran Kota Palu dan Sigi saja karena presentasinya masih kecil dai bulan juli sampai saat ini sudah lebih dari Rp1 miliar rupiah,” katanya.

Sementara, BPR ini merupakan jaringan ke-6 BPR yang dimiliki entitas bisnis grup Japfa yang bergerak dalam bidang usaha pakan ternak dan makanan ringan.  Segmen bisnis yang akan digarap BPR ini adalah peternakan sesuai dengan lini bisnis dari Japfa, dan juga pertanian, khususnya pada produk jagung. Harapannya, dengan adanya BPR ini,sektor usaha peternakan dan pertanian akan semakin berkembang seiring dengan kemudahan dalam mendapatkan pembiayaan usaha.

“Turut menggerakkan ekonomi melalui penyaluran kredit ke sektor ekonomi mikro, kecil, dan menengah.  Selain itu, bisa juga bergerak di sektor riil yang mempunyai ketahanan ekonomi. BPR sudah diakui tahan dalam menghadapi krisis, seperti yang terjadi saat krisis ekonomi 1997,  dimana sebagian besar bank tutup karena mengalami masalah likuiditas keuangan,” pungkasnya.   
 

Editor: Pataruddin

Berita Terkait