Sunday, 17 December, 2017 - 16:23

Tak Ada Gejala yang Mencurigakan, Prediabetes Sering Diabaikan

Prediabetes bukanlah penyakit tapi merupakan gangguan, jadi tidak ada gejala yang nampak mencurigakan. Ini hanya satu warning sign saja. Karena itu, bukan gejala yang kita bicarakan, tapi lebih ke arah faktor risikonya, saat ini masih banyak simpang siur mengenai apa saja faktor risiko yang membuat seseorang menjadi prediabetes.

Yang pasti ada tujuh faktor yang selalu kita ungkapkan saat edukasi, yaitu usia di atas 45 tahun, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, terdapat riwayat keluarga yang menyandang diabetes, kegemukan, pernah melahirkan bayi dengan berat di atas 4 kg, dan saat hamil memiliki kadar gula yang tinggi.

Namun, diluar hal tersebut ada juga faktor risiko lainnya, yaitu sedentary life style seperti banyak jalan, banyak duduk, dll. Sebenarnya ada rumus tertentu yang dapat dipakai untuk memperhitungkannya, tapi ukurannya agak rumit. Selain itu, merokok pun sudah dijadikan faktor risiko. Prediabetes akan dialami oleh masing-masing individu yang memiliki risiko tinggi mengalami diabetes. Laju pertumbuhan diabetes pada anak muda juga terbukti sangat banyak.

Jika kita melakukan treatment sesuai dengan hasil testnya, lalu diobati dengan baik dan life style changes, tentu dapat kembali normal. Kebanyakan penyandang diabetes berada di usia 20,30,40 tahun. Namun, ternyata saat ini, remaja juga sudah ada yang menjadi penyandang.

Untuk mengetahui status kesehatan kita, cukup dengan pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam setelah puasa. Periksakan dua kali setahun. Tidak ada batasan usia untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Bagaimana pemeriksaannya dilakukan?

Untuk memastikan seseorang terkena prediabetes, adalah melalui pemeriksaan gula darah puasa, 2 jam setelah makan dan pemeriksaan HbA1c.

Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi laboratorium klinik Prodia, Jl. S. Parman No. 16, Palu (0451-451639 atau 0822 9167 22222).(Adv)

 

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.