Tuesday, 26 September, 2017 - 13:33

Tak Hadiri Pelantikan Plt Bupati Buol, Gubernur Anggap dr Rudi Tak Paham UU

TANPA AMIRUDDIN - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola saat mengukuhkan/melantik Abdullah Kawulusan sebagai Plt Bupati Kabupaten Buol di Ruang Polibu, Kamis, 27 Oktober 2016. (Foto : Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengukuhkan/melantik Kepala Badan Ketahanan Pangan Sulteng Abdullah Kawulusan sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Buol di Ruang Polibu, Kamis, 27 Oktober 2016.

Abdullah dilantik sebagai Plt bupati untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah karena petahana dr Amiruddin Rauf kembali mencalonkan diri sebagai calon Bupati Buol pada Pilkada serentak, Februari 2017 mendatang.

Pelantikan ini tidak dihadiri Amiruddin Rauf. Berdasarkan penjelasan gubernur, Longki mengisyaratkan Bupati Amiruddin Rauf atau yang biasa disapa dr Rudi merasa keberatan atas SK cuti di luar tanggungan negara per 24 Oktober 2016 yang dikeluarkan Gubernur Sulteng.

Padahal kata Longki, SK cuti itu ia keluarkan untuk membantu dr Rudi yang maju kembali sebagai calon Bupati Buol. Sebab sebagaimana yang dipersyaratkan undang-undang (UU), petahana yang mencalonkan diri kembali harus bersedia cuti. Adapun dasar hukum yang digunakan gubernur mengeluarkan SK cuti yakni Pasal 3 ayat 2 UU No 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali kota.

"Dokter Rudi menganggap dirinya mengacu berdasarkan SK cuti Menteri Dalam Negeri mulai per 28 Oktober 2016. Menurut saya itu bisa saja. Tapi pertanyaannya, sahkah penetapan dr Rudi sebagai calon Bupati Buol yang ditetapkan KPU pada 24 Oktober 2016? Karena UU Pilkada tegas mengatakan bahwa petahana yang mencalonkan diri lagi di daerah yang sama harus melampirkan SK cuti sebelum penetapan bakal calon bupati menjadi calon bupati," jelas Gubernur Longki.

Atas kekeliruan tersebut, Longki menganggap dr Rudi tidak memahami UU. Sebab katanya, sudah jelas SK cuti yang dikeluarkannya justru untuk memuluskan langkah dr Rudi yang ingin merebut kembali kursi 01 Buol.

"Kita anggap saja dr Rudi tidak memahami UU. Karena SK yang saya keluarkan justru untuk membantunya. Tapi saya akan konsultasikan ketidak hadiran Bupati Buol dalam pengukuhan ini ke Mendagri," kata Longki.

Atas ketidak hadiran dr Rudi ini pula, gubernur memerintahkan Plt Bupati Abdullah Kawulusan dalam menjalankan pemerintahan agar berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Buol.

"Saya minta Sekretaris Daerah Kabupaten Buol harus memberikan apa saja yang dilakukan atau ditindak lanjuti saudara Plt Bupati," tandas Longki.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.