Thursday, 16 August, 2018 - 19:59

Tak Merokok Wujud Implementasi Germas

PENCANANGAN GERMAS - Gubernur H Longki Djanggola saat pencanangan Germas, imunisasi MR dan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Halaman Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Rabu, 1 Agustus 2018. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengungkapkan implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) memerlukan kerjasama  berbagai pihak, berbagai lintas sektor dan berbagai lintas program mulai dari kepala daerah, akademisi, pelaku usaha, tokoh agama, dan organisasi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkannya saat pencanangan Germas, imunisasi MR dan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Halaman Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Rabu, 1 Agustus 2018.
 
“Pencanangan Germas menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat antara lain melakukan aktivitas fisik selama 30 menit perhari, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, dan tidak mengkonsumsi alkohol,” ujar gubernur.

Wujud lain implementasi Germas kata gubernur memeriksa kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kemudian membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban.

Olehnya gubernur mengajak semua pihak untuk menyukseskan Germas dengan memperhatikan beberapa hal diantaranya pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek promotif dan preventif tanpa melupakan aspek kuratif  rehabilitatif.

Kepala daerah, akademisi, pelaku usaha, tokoh agama, dan organisasi masyarakat kembali ditegaskan harus memberikan dukungan komitmen, peran serta dalam bergotong royong meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang sebagai bentuk tanggung jawab bersama menuju kualitas sumberdaya manuai yang berdaya saing.

“Tentunya implementasi Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga  adalah bagian dari masyarakat terkecil yang membentuk kepribadian dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian,” tandas gubernur.  


Editor: M Yusuf Bj

Berita Terkait