Wednesday, 19 September, 2018 - 19:21

Tambang Emas 180 Ha Jadi Tambang Rakyat

Abu Sofyan. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.com – Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Parimo Abu Sofyan mengungkapkan, tambang emas di Desa Lobu Kecamatan Moutong menjadi tambang rakyat. Saat ini, izin pertambangan Desa Lobu tersebut masih dalam proses penyelesaian izin lingkungan. 

Abu Sofyan mengatakan, jika sudah selesai perbaikan izin lingkungannya, maka pihaknya akan menerbitkan rekomendasi dan akan menyerahkan ke PTSP untuk diterbitkan izin lingkungannya.

“Sehingga tambang emas yang ada di Desa Lobu kemungkinan besar akan dijadikan tambang rakyat, karena sudah ada penetapan dari Kementerian ESDM RI,” kata Sofyan sapaan akrabnya kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Senin 2 April 2018.

Dia mengatakan, bahwa luas tambang emas yang ada di Desa Lobu tersebut sekitar 180 kektare. Luasan tambang emas tersebut sesuai yang dimohonkan oleh para penambang, sehingga dengan luas tambang tersebut maka penambang akan dibagi per kelompok.

“Karena luas lokasi tambang emas yang ada di Desa Lobu tersebut sekitar 180 hektar, sehingga para penambang emas yang ada di lokasi tersebut akan dibagi per kelompok menjadi 39 kelompok, sesuai dengan luas tambang emas tersebut,” kata Sofyan.

Sofyan menambahkan, jika tambang emas yang ada di Desa Lobu tersebut akan menjadi tambang rakyat, maka ada batasan alat yang tidak bisa digunakan para penambang yakni tidak bisa menambang menggunakan alat berat dan alat kimia seperti merkuri. 

“Itu tidak diperbolehkan,” jelasnya.

“Karena Kementerian ESDM sudah memberikan batasan untuk memasukan alat berat atau menggunakan alat kimia, dan itu sudah dikeluarkan sesuai Permen ESDM PP No 3 tahun 2010, yang mana masuk dalam dokumen tersebut tidak diperbolekan menggunakan alat berat maupun alat kimia seperti merkuri,” pungkasnya. 

 

Editor: Syamsu Rizal