Wednesday, 20 June, 2018 - 14:02

Tambang Galian C di Sungai Taopa Ilegal

TAMBANG - Lokasi tambang galian C sungai Taopa yang disinyalir tidak mengantongi izin. (Foto : Andi Sadam)

Parimo, Metrosulawesi.com - Usaha pertambangan galian pasir dan batu atau galian C pada sejumlah lokasi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tidak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) alias ilegal.

Dari sekian jumlah galian C di Kabupaten Parimo yang dianggap illegal, salah satunya adalah galian C di sungai Taopa, Kecamatan Taopa.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Parimo, Adhan Sukara, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, usaha pertambangan atau galian C yang mengantongi izin di Parimo hanya satu, yaitu usaha tambang milik Ivan Sijaya yang di Desa Tanalanto, Kecamatan Torue.

Kepada wartawan Adnan menyatakan, bahwa dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke wilayah, untuk memastikan apakah galian C di bantaran sungai Taopa mengantongi izin atau tidak.

"Jika tidak mengantongi izin, sesuai undang-undang pertambangan, aktifitas mereka akan dihentikan, hingga benar-benar mengantongi izin usaha. Kami tetap arahkan agar harus bisa mendapatkan izin pertambangan," ujarnya.

Ia menyebutkan, operasi pertambagan galian C,  dalam aturan pertambangan minimal harus memiliki jarak tertentu dari bangunan sipil, jembatan, jalan umum dan lain sebagainya.

"Kalau usaha pertambnagna di sungai Taopa itu berdekatan dengan bangunan umum seperti jalan atau jembatan dengan jarak kurang dari 500 meter, berarti sudah melanggar dan wajib dihentikan," ujarnya.

Aktifitas pertambangan di bantaran sungai Taopa sudah menjadi sorotan legislator Parimo. Pasalnya, aktifitas pertambangan itu sudah mengancam jalan dan jembatan yang merupakan jalur poros trans sulawesi.

"Aktifitas tambang di sungai Taopa itu sudah mengancam jembatan induk di jalan trans sulawesi. Harusnya, aktifitas tersebut sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, jika tidak secepatnya dihentikan, jembatan Taopa akan jadi korban," ungkapnya.


Editor : Subandi Arya