Friday, 18 August, 2017 - 09:20

Target, 200 Warga Sulteng Magang ke Jepang

Kepala Bidang P5TKA Disnakertrans Sulteng, Dra Fatnini, MSi. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

“Target kita minimal sekitar 150 - 200 orang bisa dikirim ikut program pemagangan ini. Tapi kalau bisa sebanyak-banyaknya. Makanya sekarang kami tengah menggencarkan sosialisasi, salah satunya dalam bulan ini di Kabupaten Tojo Unauna,” - Fatnini, Kabid P5TKA, Disnakertrans Sulteng -

Palu, Metrosulawesi.com - Pemprov Sulteng melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menargetkan sekitar 200 orang warga Sulawesi Tengah (Sulteng) akan dikirim mengikuti program pemagangan kerja ke Jepang.

Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan, Perluasan, Penempatan dan Produktivitas Tenaga Kerja (P5TKA) Disnakertrans Sulteng Dra Fatnini M.Si menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan sosialisasi terkait program pemagangan tersebut.

“Target kita minimal sekitar 150 - 200 orang bisa dikirim ikut program pemagangan ini. Tapi kalau bisa sebanyak-banyaknya. Makanya sekarang kami tengah mengencarkan sosialisasi, salah satunya dalam bulan ini di Kabupaten Tojo Unauna,” ujar Fatnini di Kantornya, Rabu, 3 Mei 2017.

Usai sosialisasi, Kabid P5TKA mengatakan akan langsung membuka tahapan pendaftaran bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah yang berminat dan siap mengikuti program pemagangan. Namun para pendaftar nantinya tidak serta merta bisa langsung dinyatakan berhak mengikuti  program pemagangan karena harus melewati proses seleksi/tes.

“Perlu kami informasikan program ini diperuntukkan khusus laki-laki rentang usia minimal 19 tahun enam bulan dan maksimal 26 tahun pada saat tahapan seleksi berlangsung dengan jenjang pendidikan minimal SMK/SMA,” terang Fatnini.

Adapun untuk waktu pasti pembukaan pendataran masih akan menyesuaikan dengan selesainya sosialisasi yang belum terjadwal. Olehnya masyarakat diminta terus memantau informasi pendaftaran ke Disnakertrans Sulteng jalan R.A Kartini Palu.

Fatnini menjelaskan, beberapa tahapan seleksi yang harus dilewati para pendaftar sebagai peserta diantaranya tes kesamaptaan jasmani (fisik), tes kesehatan, tes kemampuan matematika dan tes bahasa Jepang.

Peserta juga wajib mengikuti tahapan wawancara dan harus dinyatakan lulus. Dalam setiap tahapan tes dikatakan Fatnini menggunakan sistem gugur. Itu artinya peserta yang tidak lulus pada salah satu tahapan tes tidak bisa lagi mengikuti seleksi selanjutnya.

“Semua tahapan itu kita selesaikan hingga akhir triwulan III atau sekitar akhir September tahun ini,” tuturnya.

Kabid mengungkapkan, salah satu tes yang cukup menantang yaitu pada seleksi kesemaptaan jasmani dimana para peserta hanya diberi waktu 15 menit berlari untuk jarak tempuh tiga kilometer. Setiap tahapan seleksi akan melibatkan Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (Ikapeksi) yang  merupakan para alumni program pemagangan Jepang.

“Nanti Ikapeksi juga akan mengadakan pra seleksi. Di-pra seleksi itulah peserta akan diberitahukan materi-materi seleksi. Kita berharap tentu peserta bisa banyak yang lulus karena permintaan dari Jepang begitu,” katanya.

Kata Fatini, usai tahapan seleksi, para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan terlebih dahulu mengikuti pelatihan di Jakarta. Sehingga dipastikan untuk keberangkatan menuju Jepang dilakukan pada awal tahun 2018 mendatang.

Di Jepang para peserta akan magang dalam kurun waktu tiga tahun untuk membentuk skill atau kemampuan sesuai bidang pekerjaan saat mengikuti pemagangan. Saat kembali ke Indonesia, Fatnini menambahkan, peserta magang mendapatkan modal usaha dari pihak negeri yang dijuluki matahari terbit itu mencapai 60.000 yen atau sekitar sekitar Rp71 juta.

“Selain itu saat magang juga mereka mendapatkan gaji 8.000 yen bulan pertama dan 9.000 yen bulan kedua serta boleh ikut lembur untuk gaji tambahan. Makanya nanti yang memang punya skill sesuai kebutuhan dunia kerja Jepang akan langsung direkrut disana,” tandasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.