Monday, 29 May, 2017 - 08:19

Tax Amnesty II di Sulteng Lampau Target

LAPORKAN HARTA - Kepala KPP Pratama Palu Sihabudin Efendi (tengah) bersama dua legislator berbincang terkait kelengkapan data pengungkapan harta melalui program Tax Amnesty tahap II, di ruang kerjanya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Palu, Jumat 30 Desember 2016. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Diikuti 1.778 WP, Total Rp65 Miliar

Palu, Metrosulawesi.com - Tax Amnesty atau pengampunan pajak tahap II akan berakhir pada hari ini, Sabtu 31 Desember 2016. Setelah berakhir, program pengampunan pajak akan berlanjut ke tahap III pada Minggu 1 Januari 2017. Pada tahap III tarif amnesti pajak akan naik menjadi 5 persen dari sebelumnya 3 persen.

Hingga 30 Desember 2016 lalu, total wajib pajak (WP) yang sudah memanfaatkan program pengampunan pajak tersebut mencapai 1.778 WP di Sulawesi Tengah melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palu, dengan total nominal dana tebusan sebesar Rp 64,6 miliar. Dari jumlah tersebut didominasi oleh wajib pajak dari kelompok UMKM sebanyak 1.113 WP, 443 pegawai, dan 222 non UMKM.

“Sebenarnya, dari jumlah ini masih banyak yang belum memanfaatkan amnesty pajak,” ungkap Kepala KPP Pratama Palu Sihabudin Efendi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 30 Desember 2016 lalu.

khusus Desember, hingga kemarin sudah tercatat total Rp 9 miliar dana tebusan pajak melalui Tax Amnesty. Angka tersebut lebih tinggi dari angka yang ditargetkan sebelumnya sebesar Rp 6 miliar.

Kepala KPP Pratama yang baru bertugas selama 4 bulan di Palu itu mengungkap rata-rata harta wajib pajak berada di dalam negeri.

“Sampai saat ini, semua harta yang dilaporkan berada dalam negeri. Jika nantinya ada yang terungkap berada di luar negeri, maka justru akan disanksi lebih tinggi lagi. Selain tarif dua persen, akan ditambah denda tarif 200 persen. Jadi lebih baik diungkap semuanya,” jelasnya.

“Saya berharap seluruh wajib pajak segera memanfaatkan amnesty pajak, tahap II akan berakhir besok (hari ini) sampai pukul 24.00. tapi kami harap kalau mau mengurus segera diurus sebelum masuk tahap III yang tarifnya lebih tinggi yaitu jadi 5 persen,” katanya.

Melihat masih sedikitnya WP yang memanfaatkan Tax Amnesty, dia menyebutkan masih terkendala kurangnya pengetahuan WP terkait risiko dengan tidak mengungkap harta untuk membayar pajak.

“Padahal pajak juga untuk kepentingan negara. Tapi kita juga cukup bangga karena Tax Amnesty ini di dunia yang paling berhasil itu di Indonesia.”

Selain karena belum terlalu paham risiko, kendala lain yang membuat para WP belum memanfaatkan program pengampunan pajak antara lain karena terkendala dana. Dia mencontohkan ada perusahaan besar yang sudah mengungkap harta namun belum memiliki dana untuk menebus pajak.

“Kalau soal pelayanan, itu paling terkendalanya soal data yang belum dilengkapi saja,” katanya.

Menjelang berakhirnya program Tax Amnesty tahap II, sejumlah pejabat eselon dan legislator juga memanfaatkan pengampunan pajak. Dua hari terakhir kata dia ada belasan pejabat eselon dan anggota dewan yang berdatangan untuk mengikuti program pengampunan pajak itu.

Bahkan saat ditemui ia sedang bersama beberapa legislator yang tengah mengurus pengungkapan harta melalui Tax Amnesty di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Palu, salah satu di antaranya adalah Ishak Cae.

Menurut anggota DPRD Kota Palu itu, pemanfaatan Amnesty Pajak sangat perlu. Bahkan Ia pun mengaku sedang mengurus pengungkapan hartanya melalui program pengampunan pajak yang selama ini belum terungkap.

“Saya secara pribadi, program ini cukup bagus karena dengan adanya tax amnesty ini khusunya masyarakat Indonesia bisa mengungkap semua harta-hartanya sehingga kedepan lebih mudah lagi untuk dihitung pajaknya,” kata Ishak Cae.

“Selama ini, banyak orang dalam membuat satu laporan pajak itu tidak fair (tidak jujur), hanya mengungkap setengah dari hartanya. Tapi dengan adanya tax amnesty, undang-undang pajak ini tentu meringankan beban kepada masyarakat yang memiliki harta banyak untuk bisa memunculkan agar supaya harta-harta itu kedepan bisa kena pajak,” ungkapnya.

Ishak Cae merespon baik program tersebut. Tidak mau ketinggalan memanfaatkan program Amnesty Pajak tahap II, Ia pun melaporkan sejumlah hartanya yang sebelumnya belum tersentuh pajak.

“Dengan adanya tax amnesty ini tentu merupakan peluang untuk melaporkan. Karena pemerintah itu membuka ruang agar kita tidak dikenakan lagi pajak untuk memunculkan (harta) semua itu.”

Pantauan Metrosulawesi, sehari sebelum berakhirnya Tax Amnesty tahap dua itu memang tampak kantor KPP Pratama yang terletak di Jalan M Yamin Palu tersebut tengah ramai dikunjungi wajib pajak, baik dari golongan pejabat maupun pengusaha.
 

Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.