Saturday, 25 November, 2017 - 04:01

Tengah Malam, Panwas Banggai Dikepung Massa

Aksi massa tengah malam di Kantor Panwas Banggai mendapat penjagaan ketat polisi. (Foto : Ist)

Luwuk, Metrosulawesi.com - Ratusan massa pendukung paslon nomor urut dua pilkada Kabupaten Banggai Mamun Amir – Batiah Sisilia Hadjar, Jumat (17/12/2015) dini ahari atau sekitar pukul 00.30 WITA melakukan aksi mosi tidak percaya di kantor sekertariat Panwaslih di jalan Gunung Merapi, Luwuk Banggai.

Massa menuntut agar pleno perhitungan suara di ulang kembali karena saat keputusan penghitungan suara sejumlah penyelenggara tidak hadir di antaranya pihak panwaslih

Unjuk rasa yang berlangsung tengah malam buta itu, di jaga ketat oleh ratusan aparat bersenjata lengkap guna mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis.

Hadir pula ditengah tengah kerumunan massa, Ketua koalisi pemenangan nomor urut dua, Muhammad Rifai Dg. Matorang mengatakan, bahwa saat proses pelaksanaan pleno rekapitulasi suara, kondisi rapat  tidak memenuhi meknisme.

Alasannya  karena tidak di hadiri oleh pihak penyelanggara yakni, panwas serta saksi–saksi dari tiga pasangan calon nomor urut satu-dua dan tiga ungkap Rifai

Pengamanan yang langsung dipimpin Kapolres Banggai, AKBP Jamal Farti berusaha memediasi massa yang mulai memanas, Kapolres Banggai secara terbuka menyampaikan, pihak Panwas telah mengakui kesalahan yang di lakukan saat rapat pleno perhitungan suara.

Akibat desakan massa yang menilai rapat pleno yang tidak berjalan sesuai mekanisme, maka tuntutan agar dapat melakukan pleno penghitungan suara akan di ulang pada jumat siang ini.

Meski sempat terjadi adumulut dengan pihak panwas, aksi yang berlangsung jumat dini hari itu berjalan aman dan kondusif, sampai akhirnya massa membubarkan diri.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.