Friday, 17 August, 2018 - 17:22

Tentara dan Polisi Jadi Guru Desa Terpencil di Donggala

MENGAJAR - Serda Rolex, Babinsa Koramil 1306-06 Banawa, Kodim 1306 Donggala dan Bhabinkamtibmas Polres Donggala Brigadir Annas mengajar anak-anak di Desa Ongulara, Dusun II Tidungu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. (Foto: Kodim Donggala)

Donggala, Metrosulawesi.com - Prajurit Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda Rolex dan Bhabinkamtibmas Polres Donggala Brigadir Annas sudah beberapa bulan ini menjadi seorang guru. Keduanya mengajar anak-anak umur sekolah di Desa Ongulara, Dusun II Tidungu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. Wilayah tersebut memang tidak terdapat fasilitas pendidikan, atau bangunan sekolah.

Serda Rolex dari Koramil 1306-06 Banawa, Pos Ramil Rio Pakava, Kodim 1306 Donggala, yang bertugas di wilayah  Desa Ongulara, Dusun II Tidungu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. Sedangkan Brigadir Annas Personil Polri dari Bahabinkamtibmas Polres Donggala.

“Jangankan tenaga pengajar, fasilitas pendidikan saja tidak ada, dan juga jalan ke wilayah itu tidak dapat dilalui oleh kendaraan, kondisi itulah yang selama ini membuat banyak generasi muda atau anak– anak di Dusun ini tidak pernah mendapatkan pendidikan,” ucapnya Serda Rolex.

Maka dari itu lanjut Serda Rolex, dirinya terpanggil untuk menjadi pengajar di Dusun II Tidungu itu, agar anak-anak di daerah terpencil itu bisa mendapatkan pendidikan layaknya anak-anak sekolah di tempat lain, walaupun tidak ada bangunan sekolah dan tenaga pengajar di dusun tersebut.

“Walau menggunakan alat dan tempat seadanya, kami akan memberikan pendidikan buat anak-anak disini,” tambahnya.

Serda Rolex mengungkapkan, untuk menuju ke Dusun itu dirinya harus berjalan kaki menempuh jarak kurang lebih 3 jam, dengan jarak tempuh 7 km, serta menyeberangi 8 sungai kecil dan besar. Terkadang untuk kembali dirinya menggunakan transportasi air, dengan menggunakan rakit yang di buat dari bambu.

“Masyarakat di sini berharap agar dibuatkan askes jalan yang menghubungkan antara Dusun I dan Dusun II Desa Ongulara, yang mana selama ini masyarakat sangat kesulitan untuk turun menjual hasil bumi mereka, serta untuk membeli kebutuhan sehari harinya,” tambahnya.

Sementara itu, Brigadir Annas mengatakan, setelah mengunjungi dusun tersebut dirinya bersama Babinsa merasa prihatin dengan keadaan tersebut. Tak banyak yang mereka lakukan selain membagikan buku tulis, pulpen dan perlengkapan belajar. Bukan hanya itu selain gedung sekolah yang tidak ada tenaga pengajar juga tidak ada.

Dia bersama Babinsa berniat untuk setiap satu minggu meluangkan waktu satu hari untuk mengajari anak anak di dusun tersebut agar mereka bisa membaca dan berhitung.

Brigadir Annas selaku Bhabinkamtibmas berharap kepada pemerintah memberikan perhatian serius agar mereka bisa keluar dari era ketertinggalan ini. Mata rantai penderitaan warga Dusun Tindungu tidak akan putus jika anak-anak mereka belum tersentuh pendidikan.

Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 1306 Donggala, Letkol Kav I Made Maha Yudhiksa S.Sos M.M, saat di temui di Makodim 1306 Donggala, Rabu 23 Mei 2018 mengatakan bahwa, jajaran Babinsa bersama Bhabinkamtibmas di wilayah itu rutin mengunjungi warga di wilayah Kabupaten Donggala, yang tinggal di pelosok.

Selain memberikan obat obatan dan makanan, Babinsa juga memberikan pelajaran kepada anak anak yang tidak bersekolah.

“Dengan tidak adanya pengajar yang memasuki Desa Ongulara, jajaran Babinsa tidak tinggal diam untuk mengikuti impian anak-anak usia sekolah, untuk bisa mencapai cita citanya, melalui proses belajar mengajar,” tuturnya. (by/edy)      


Editor: Syamsu Rizal