Thursday, 16 August, 2018 - 20:02

Terapkan FDS di SD, Fasilitas Harus Menunjang

Dr Asep Mahpudz. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengamat Pendidikan Kota Palu Dr Asep Mahpudz mengungkapkan ada tiga catatan terkait Full Day School (FDS) yang diterapkan di Sekolah Dasar (SD), salah satu kendalanya adalah kecapean.

Menurutnya, FDS cocok atau tepat diterapkan khusus untuk kelas 4,5 dan 6, karena kapasitas belajar anak untuk usia sekitar 10-12 tahun boleh dilakukan, tetapi harus ada jeda setiap dua jam. Yang sulitnya itu jika diterapkan ke kelas rendah yakni Kelas 1-Kelas 3, jika dipaksakan hingga sore hari, siswa pasti kelelahan. 

“Olehnya itu, harusnya pihak sekolah meyiapkan fasilitas, misalnya asupan gizi yang cukup, jadi yang harus diperhatikan adalah kesiapan psikologis dan mentalitas anak, memang awalnya terjadi kecapean bagi siswanya, tetapi kondisinya cukup bagus tentunya itu akan menjadi terbiasa,” kata Asep melalui ponselnya, Selasa, 7 Agustus 2018. 

Selain itu kata Asep, sekolah perlu mengkondisikan dulu situasi sekolahnya. Contohnya, sekolah menyediakan fasilitas bermain, ruang diluar sekolah dan kelas yang membuat nyaman siswa, misalnya ada taman dan tempat duduk yang nyaman, arena bermain, yang akan memudahkan anak bisa FDS hingga sore. 

“Kemudian catatan ketiga selain sekolah, adalah gurunya, yang harus bisa mendesain kegiatan belajar yang membuat nyaman dan tenang anak, jangan sampai anak tersebut diburu-buru untuk belajar,” ujarnya.  

“Jadi tiga kondisi layak melaksanakan FDS, kondisi psikologis anak harus nyaman, fasilitas sekolah memadai, pola mengajar gurnya pun harus membuat nyaman siswa untuk belajar,” jelasnya. 

“Saya melihat kondisi di kota Palu khususnya siswa di SD, dari tiga catatan saya itu sejumlah SD masih belum maksimal menerapkanya. Jadi, kalau mau optimal FDS, sekolah perlu menyiapkan tiga hal tersebut,” katanya.

Selain itu, kata Asep, sebaiknya sekolah menyiapkan makanan bagi siswanya, tentunya bisa bekerjasama dengan orang tua siswa. 

“Ini sebenarnya yang perlu dilakukan oleh sekolah,” ujarnya.

 

Editor: M Yusuf Bj