Friday, 21 September, 2018 - 10:05

Terbukti Narkoba, Oknum Polisi Divonis Ringan

Ilustrasi. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.com - Oknum anggota Polres Poso yang terbukti mengantongi sabu-sabu seberat 5,88172 gram dan positif mengkonsumsi barang haram tersebut hanya divonis ringan. Terdakwa Muhammad Aditya dihukum dengan pidana penjara selama 10 bulan.

Sedangkan terdakwa Herman dan terdakwa Meiksen Bin Yohan Daud dihukum dengan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan. Putusan terhadap tiga terdakwa narkoba yang tidak lain anggota Polres Poso itu dibacakan pada Kamis, 18 Januari di Pengadilan Negeri Palu.

Putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Bahwasannya, JPU menuntut terdakwa Muhammad Aditya Nugraha dengan pidana penjara selama 1 tahun. Sedangkan terdakwa Herman dan terdakwa Meiksen Bin Yohan Daud dituntut dengan pidana penjara masing-masing 2 tahun.

JPU, Irna dalam tuntutannya mengatakan berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, bahwa terdakwa Muhammad Aditya Nugraha terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan ketiga Pasal 131 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana Narkotika.

Sehingga, terdakwa Muhammad Aditya Nugraha dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun. Sedangkan terdakwa Herman dan terdakwa Meiksen Bin Yohan Daud terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam pasal 127 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana narkotika. Sehingga, kedua terdakwa dituntut dengan pidana penjara masing-masing 2 tahun.

Informasi yang dihimpun Metrosulawesi di Pengadilan Negeri Palu pada Kamis, 18 Januari menyebutkan, bahwa pembacaan putusan terhadap tiga anggota Polres Poso yang didakwakan terlibat narkoba itu sekitar pukul 08.30 Wita. Berbeda dari biasanya, bahwa ketiga terdakwa itu ikut bersama dalam mobil tahanan umum. Namun pada saat sidang pembacaan putusan tersebut, ketiga terdakwa itu dibawa ke Pengadilan Negeri Palu lebih cepat dari tahanan pada umumnya.
 
 
Editor: Syamsu Rizal