Sunday, 30 April, 2017 - 13:19

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Tercatat 1.201 TKA di Sulawesi Tengah

Mustafa Hasyim, SE. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Seksi Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Tengah, Mustafa Hasyim,SE mengungkapkan bahwa hingga saat ini, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sulawesi Tengah mencapai 1.201 orang.

“Jumlah TKA yang terdata pada kami hingga Juli 2016 berjumlah 1.201 orang. Jumlah ini tersebar di beberapa wilayah kabupaten kota di Sulawesi Tengah. Tenaga kerja Asing yang datang ke Sulawesi Tengah pada umumnya berkebangsaan China dan Korea,” kata Mustafa di Palu, Kamis 28 Juli 2016.

Mustafa mengungkapkan untuk jumlah TKA di wilayah Kota Palu hingga bulan ini terdata sebanyak 30 orang.

“Kabupaten Donggala jumlah TKAnya 2 orang, Kabupaten Poso sebanyak 3 orang, Kabupaten Morowali 950 orang, Kabupaten Banggai 128 orang, Kabupaten Tojo Unauna 4 orang, Kabupaten Buol 4 orang, dan Kabupaten Morowali Utara sebanyak 40 orang,” ungkapnya.

Mustafa mengungkapkan untuk memastikan jumlah TKA tersebut, pihaknya kerap melakukan pemeriksaan lapangan.

“Untuk memastikan legalnya TKA yang masuk ke Sulawesi Tengah, kami kerap melakukan pemeriksaan ke lapangan. Karena kadang banyak TKA yang tidak melapor, dalam hal ini ilegal. Kami periksa semua dokumennya, siapa sponsornya, visanya apa, kerja sebagai apa, hal-hal itu yang kami periksa,” katanya.

Mustafa juga menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat jika menemukan adanya TKA yang diduga ilegal.

“Jika ada laporan seperti itu dari masyarakat, kami langsung tindaklanjuti, kami langsung turun lapangan mengecek kondisi tersebut. Kami punya tim pengawas yang langsung turun ke lapangan,” jelasnya.

“Kami sangat apresiasi jika ada masyarakat yang mengetahui dan melaporkan kepada kami jika ada TKA yang diduga ilegal. Kami pasti akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Mustafa mengungkapkan pada umumnya, sponsorship TKA yang ada di Sulawesi Tengah berasal dari luar daerah.

“Pada umumnya sponsor TKA di Sulteng berdomisili di luar daerah. Belum ada sponsorship lokal,” katanya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.