Tuesday, 19 June, 2018 - 07:00

Terdakwa Asfar Lamongki Divonis Bebas

Palu, Metrosulawesi.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri membebaskan terdakwa H Asfar BS Lamongki dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya, semua pasal yang didakwakan kepada terdakwa tidak terbukti. Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Palu, Rabu, 6 Juni 2018.

Majelis Hakim Ketua, Ernawati yang didampingi dua Hakim anggota, Agus Safuan Amijaya dan Andre Natanail dalam putusannya mengatakan, fakta yang terungkap dalam persidangan bahwa terdakwa Asfar BS Lamongki tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan penuntut umum. Sehingga, terdakwa Asfar BS Lamongki haruslah dibebaskan dari semua tuntutan hukum. Kemudian dipulihkan nama baiknya. Sedangkan terkait barang bukti yang telah di lelang agar hasil lelang tersebut dikembalikan kepada terdakwa setelah di potong pajak.

Diketahui, bahwa JPU, Petrus J Sumelang dalam tuntutannya mengatakan, fakta yang terungkap dalam persidangan menyebutkan bahwa terdakwa H Asfar BS Lamongki terbukti telah mengangkut, menguasai, dan memalsukan semua dokumen kayu ebony sebanyak 19.290 batang/picis dan kayu meranti sebanyak 52 batang/picis. Bahwasanya, terdakwa H Asfar BS Lamongki terbukti melanggar dakwaan kesatu pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e, Undang-Undang (UU) RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Terdakwa juga melanggar dakwaan kedua pasal 88 ayat (1) huruf b Jo Pasal 14 UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Sehingga, terdakwa  H Asfar BS Lamongki dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda senilai Rp500 juta.

Bahwasanya, pada Rabu, 29 Maret 2017 sekitar pukul 14.30 Wita, Ditreskrimsus Polda Sulteng menangkap kayu ebony sebanyak 19.290 batang/picis dan kayu meranti sebanyak 52 batang/picis di industri CV Alam Prima, Keluarahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Bahwasanya, terdakwa tidak mengantongi izin dan memalsukan semua dokumen kayu tersebut.

Barang bukti berupa kayu ebony sebanyak 19.290 batang/picis dan kayu meranti sebanyak 52 batang/picis tersebut telah dilakukan pelelangan oleh penyidik dengan hasil lelang sesuai dengan risalah lelang senilai Rp888.500.000 dikurangi biaya lelang dari KPKNL senilai Rp 17.770.000. Sehingga total jumlah uang yang bersih diterima saat ini adalah senilai Rp870.730.000.


Editor: Syamsu Rizal