Wednesday, 26 July, 2017 - 04:51

Terdakwa Korupsi Rusunawa Dituntut 18 Bulan Penjara

ILUSTRASI - Korupsi. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), yakni terdakwa Staf Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Andri Dirgantara dan terdakwa Direktur PT Tiro Tadu Karya, Agusry Membia dituntut 1,6 tahun atau 18 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Palu di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Palu, Rabu (21/1).

Dihadapan mejelis hakim dan penasihat hukum terdakwa, JPU dalam tuntutannya mengatakan terdakwa Agusry Membia terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana yang dimaksudkan dalam pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan  tindak pidana korupsi jo pasal 50 ayat 1 ke 1 KUHP sebagaimana didakwakan dalam surat dakwaan subsidier jaksa penuntut umum.

Sehingga atas perbuatan tersebut, jaksa menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Agusry Membia selama 1,6 bulan dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan sementara dengan perintah agar terdakwa ditahan di rumah tahanan Negara dan denda sebesar Rp 50 juta subsidier 4 bulan kurungan.

Jaksa juga menegaskan, terdakwa Agusry Membia harus membayar uang pengganti sebesar Rp 515.731.626,90 dan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutup uang pengganti subsidier 4 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Andri Dirgantara terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagaimana didakwakan dalam surat dakwaan subsidier jaksa penuntut umum.

Sehingga menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Andri Dirgantara selama 1,6 bulan dikurangi selama terdakwa menjalani penahan sementara dengan perintah agar terdakwa ditahan di Rumah Rahanan Negara dan denda sebesar Rp 50 juta subsidier 4 bulan kurungan.

Seusai mendengar tuntutan jaksa tersebut, mejelis hakim meminta tanggapan dari terdakwa melalui penasihat hukumnya mengatakan, pihaknya akan menanggapi tuntutan jaksa tersebut secara tertulis. Mendengar permintaan tersebut Hakim Ketua Wayan Karya menutup sidang dan ditunda hingga hari Selasa pekan depan.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait