Saturday, 19 August, 2017 - 19:16

Terdakwa Pembunuhan di Besusu Dituntut 10 Tahun

Palu, Metrosulawesi - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut SR dengan pidana penjara selama 10 tahun. SR yang berusia anak-anak ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan di lorong Kapista Jalan Cut Mutia, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu.

Hal tersebut diungkapkan oleh JPU, I Made Sukerta usai membacakan tuntutan tertutup untuk umum di Pengadilan Negeri Palu, Senin, 7 Agustus.

Made Sukerta mengatakan, terdakwa SR terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Primair Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sehingga, terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama 10 tahun.

Made mengatakan, sidang dugaan pembunuhan untuk terdakwa RS berlangsung lancar dan aman. Tidak seperti sidang hari pertama, terdakwa sempat dikejar oleh keluarga korban yang masih menyimpan perasaan dendam. Bahwasanya, yang dikhawatirkan adalah terdakwa yang masih dibawah umur ini lari ketakutan dan menghilang. Tentunya hal tersebut kita tidak inginkan. Tetapi kalau terdakwa mempunyai niat jahat, ya kesempatan dia melarikan diri.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa terdakwa dengan Pasal berlapis, yakni dakwaan Primair Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, dakwaan Subaidair Pasal 338, Lebih Subsidair Pasal 170 ayat 2 ke 2 dan ke 3 KUHP Jo UU Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, dan Lebih -lebih subsidair Pasal 351 ayat 3.

Diketahui, bahwa pada Selasa, 11 Juli 2017 telah terjadi pembunuhan di Lorong Kapista, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore. Salah satu pelakunya adalah anak dibawah umur. Dalam rekonstruksi yang digelar Polres Palu, terlihat pelaku berinisial RS (17) terlibat dalam pembunuhan korban bernama Abdul Rasyid (55). Reka ulang kejadian memperagakan 23 adegan. Pada adegan ke 12, pelaku bernama Rifai menikam korban dengan menggunakan badik. Korban mengalami luka tusuk dibagian pinggang. Selain itu muncul Asmar yang juga ikut memukul bagian kepala korban. Saat korban terkapar, Rifai kembali menikam korban dengan dua tusukan. Setelah itu, pelaku berinisal RS yang masih dibawah umur langsung memukul kepala korban dengan menggunkan batu bata. Pelaku juga menendang dan menginjak kepala korban. Pelaku lainnya bernama Irfan ikut menikam korban dibagian paha kanan hingga korban tewas ditempat. Sebelum peristiwa pembunuhan, pelaku lainnya bernama Jufri mengumpulkan masa dan melempar rumah korban. Saat korban keluar dari rumahnya, barulah keempat pelaku beraksi untuk membunuh korban. (gus)

Berita ini dimuat di Harian Metrosulawesi Edisi No 924 Thn III / 8 Agustus 2017. Telusuri seluruh berita Edisi ini di Metrosulawesi Digital

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.