Monday, 23 July, 2018 - 06:01

Terdakwa Pembunuhan di Kapista Tak Ajukan Banding

Palu, Metrosulawesi.com - Perkara tindak pidana pembunuhan di Kapista sudah berkekuatan hukum tetap atau inracht. Pasalnya, para terdakwa tidak mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Palu.

"Hingga waktu yang ditentutan oleh perundang-undangan, para terdakwa tidak mengajukan banding. Sehingga dengan demikian perkara ini dinyatakan incraht," kata Humas Pengadilan Negeri Palu, Lilik Sugiharto kepada Metrosulawesi akhir pekan kemarin.

Lilik mengatakan, Pengadilan Negeri Palu telah menjatuhkan putusan terhadap terdakwa  Muh Rifai alias Pai, terdakwa Asmar alias Papa Dimas, terdakwa Irfan dengan pidana penjara masing-masing selama 10 tahun. Sedangkan terdakwa Jufri (berkas terpisah) di hukum dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Majelis Hakim dalam amar putusannya mengatakan, terdakwa Muh Rifai alias Pai, terdakwa Asmar alias Papa Dimas, terdakwa Irfan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang mengakibatkan hilangnya nyawa Abdul Rasyid (korban) di Lorong Kapista, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Palu, Selasa, 11 Juli 2017.

"Ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan primair Pasal 340 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan terdakwa Jufri dakwaan primair Pasal 340 Jo pasal 55 ayat 1 dan ayat 2 KUHP," katanya

Putusan Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut para terdakwa dalam perkara ini, yakni terdakwa Muh Rifai alias Pai, terdakwa Asmar alias Papa Dimas, terdakwa Irfan dengan pidana penjara masing-masing selama 15 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Jufri dituntut dengan pidana penjara selama 12 tahun.

JPU dalam tuntutannya mengatakan, terdakwa Muh Rifai alias Pai, terdakwa Asmar alias Papa Dimas, terdakwa Irfan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan primair Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sehingga, ketiga terdakwa dituntut dengan pidana penjara masing-masing 15 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Jufri terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penjara sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat 1 dan ayat 2 ke 1 KUHP. Sehingga, terdakwa Jufri dituntut dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Barang bukti (Babuk) berupa parang, empat pecahan batu bata dirampas utk dimusnahkan. Sedangkan celana panjang, celana puntung dan baju kemeja dikembalikan kepada istri korban, Naharia.   

 
Editor: Syamsu Rizal