Monday, 23 July, 2018 - 06:00

Terdakwa Pungli CPNS Palu Dituntut 8 Tahun

Palu, Metrosulawesi.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Kasubbag Kepegawaian dan Umum pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kota Palu, Arifuddin dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda senilai Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan. Sedangkan terdakwa Imelda Baginda dituntut pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pemgadilan Negeri Palu, Selasa, 27 Maret.

JPU, Asmah dan Tofan dalam tuntutannya mengatakan, terdakwa Arifuddin dan Imelda Baginda merupakan terdakwa kasus dugaan pungutan liar (Pungli) rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui jalur khusus. Arifuddin adalah PNS Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Kelautan Kota Palu, sedangkan Imelda Baginda guru di SMKN I Sigi.     

Arifuddin dituntut pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Terdakwa Arifudin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor yang telah diubah  dengan Undang Undang Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada dakwaan pertama kesatu dan dakwaan kedua.

Sedangkan terdakwa Imelda Baginda dituntut pidana penjara 7 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa Imelda Baginta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksud Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor yang telah diubah  dengan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

JPU mengatakan barang bukti (Babuk) terdakwa Arifuddin berupa uang Rp9.491.000 pada rekeningnya di Bank Panin Cabang Palu, dirampas untuk negara. Babuk satu unit mobil merek Avanza DB 1394 OA dikembalikan pada orang tempat mobil disita dan babuk satu pasang plat nomor DN 1674 AQ dirampas untuk dimusnahkan. Adapun babuk poin 4 hingga 87 dikembalikan ke penyidiki untuk digunakan pada perkara lain, serta babuk poin 88 sampai 92 tetap terlampir dalam berkas perkara.

Babuk terdakwa Imelda Baginda, berupa uang Rp5,5 juta dirampas untuk negara, sedanagkan babuk abjad B hingga I dirampas untuk dimusnahkan. Adapun babuk abjad J sikembalikan ke terdakwa, serta babuk K hingga P tetap terlampir dalam berkas perkara.

Usai mendengar tuntutan JPU, Mejelis Hakim Ketua, Ernawati Anwar yang di dampingi Darmansyah dan Margono masing-masing Hakim anggota memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk menyiapkan nota pembelaan (pledoi) untuk dibacakan pekan depan.  

 

Editor: Udin Salim