Monday, 26 June, 2017 - 08:28

Terjadi Kelangkaan Gas dan Mitan di Morut

Kolonodale, Metrosulawesi.com – Warga Morowali Utara sejak pertengahan Desember 2015 lalu mulai resah, karena minyak tanah bersubsidi disejumlah pangkalan minyak tanah mengalami kelangkaan. Bahkan, terjadi pengurangan jatah disejumlah pangkalan, dimana satu pangkalan kini tinggal  mendapat jatah 1 drum setiap pengkalan.

Suwito dan Junaedi, dua warga Kecamatan Lembo dan Lembo Raya  mengaku,  resah tidak pernah dapat jatah Minyak Tanah dan Gas Elpiji yang mulai dibagi-bagi di desa-desa.

“Sampai saat ini kami belum memperoleh pembagian minyak tanah dan gas elpiji,” akunya.

Mereka juga mempertanyakan harga minyak tanah yang beredar di pasaran, dimana  ada pangkalan minyak tanah telah menjual Rp15.000,-/liter dan ada pangkalan yang masih menjual Rp5.000,-/liter sampai Rp10.000,-/liter.

Sementara itu, pimpinan Terminal  Bahan Bakar Minyak  (TBBM) Kolonodale, Kaliman  yang ditemui Metro Sulawesi, Selasa (5/1/2016) mengaku, soal harga HET itu adalah wewenang bagian Pertambangan dan Energi Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, karena memiliki kewenangan  melakukan penertiban disejumlah pangkalan yang ada di dua kabupaten tersebut. 

Namun Kaliman juga mengaku kalau agen Minyak milik  Agus Tampake, baru-baru ini telah mencoba membeli harga industry sebesarRp 10.480/ltr dan hal ini dijual ke Pangkalan Rp13.000,-/liter oleh pangkalan juga menjual Rp15.000,-/liter.

“Sementara agen PT. Prima Sentosa yang dipimpin oleh Jhon Marsin masih menjalankan Minyak Subsidi dari Pemerintah hingga 16 Januari 2016 ini,”  jelas Kaliman.

 

Editor : Subandi Arya

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.