Sunday, 22 October, 2017 - 03:36

Tersangka Korupsi Dana Block Grant Parimo Dibekuk

ILUSTRASI - Tangkap. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Parigi Moutong (Kejari Parimo) menangkap Arifudin alias Ateng di salah satu tempat percetakan di Jalan Suprapto, Kota Palu pada Sabtu, 3 Juni. Arifudin alias Ateng ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Block Grant pada Dinas Pendidikan Parimo tahun 2010 senilai Rp 315 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parimo, Jurist Prercisely Sitepu melalui Kepala Seksi Pidsus Kejari Palu, Reza Hidayat kepada Metrosulawesi, Minggu, 4 Juni.

Reza menuturkan, bahwa penangkapan terhadap tersangka Arifudin dilakukan karena sebelumnya tidak menghadiri panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka sebanyak 2 kali. Olehnya, sejak pekan lalu, penyidik mengintai pergerakan tersangka.

Alhasil, Sabtu, 3 Juni, penyidik mendapatkan tersangka di percetakan Jalan Suprapto, Kota Palu, dan langsung dibekuk, kemudian penyidik menggiring tersangka ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng untuk diperiksa sebagai tersangka.

Reza, mantan Penyidik Pidsus Kejari Palu itu menjelaskan, bahwa setelah menjalani pemeriksaan, tersangka Arifudin langsung dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Palu untuk dilakukan penahanan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, mengulangi tindak pidana dan menghilangkan barang bukti.

"Usai menjalani pemeriksaan, tersangka Arifudin langsung ditahan di Rutan Palu," ujarnya.

Arifudin alias Ateng ditetapkan sebagai tersangka karena kapasitasnya sebagai rekanan dalam proyek pengadaan peralatan TIK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Parimo tahun anggaran 2010. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian senilai Rp 315 juta.

Sebelumnya kata Reza, pada Jumat 19 Mei 2017, tim eksekutor Kejari Parimo telah melaksanakan eksekusi terpidana terhadap terpidana Abdul Haris Yunus Koni. Bahwasannya, Abdul Haris Yunus Koni adalah salah satu orang bertanggungjawab atas pengadaan alat TIK pada Dinas Pendidikan Parimo tahun 2010. Abdul Haris Yunus Koni terlebih dahulu dilimpahkan ke Pengadilan dalam perkara yang sama, dan kini telah berkekuatan hukum tetap.

Reza menuturkan, berdasarkan putusan kasasi Mahkama Agung (MA) Nomor  2492 K/PID.SUS/2015, tertanggal 9 Agustus 2016 bahwa Abd Haris Yunus Koni terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dana Block Grant pada Dinas Pendidikan Parimo tahun 2010 dengan hukuman pidana penjara selama 7 tahun dan denda senilai Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.