Sunday, 25 June, 2017 - 13:29

Tiga Bulan, 400 Pelajar Terindikasi Narkotika

SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA - Kepala BNN Kota Palu, Sahidi saat melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada pelajar di salah satu sekolah di Palu beberapa waktu lalu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pelajar saat ini tengah menjadi sasaran empuk penyalahgunaan narkotika. Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, berdasarkan data tiga bulan terakhir, sudah 400 pelajar terindikasi narkoba.
Kepala BNN Kota Palu, Sahidi mengatakan pihaknya gencar melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Hal ini dilakukan melihat banyaknya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.

Berdasarkan data BNN Kota Palu, lebih dari 400 pelajar terindikasi narkoba hingga Maret 2017. 

“Tapi tidak semua yang terindikasi merupakan narkotika murni, ada yang jenis THD, kemudian ada juga yang ngelem Fox,” Ungkap Kepala BNN Kota Palu Sahidi, Senin 20 Maret 2017.

Dia menyebut usia pelajar memang sangat rentan jadi target penyalahgunaan narkotika. Sebab, rata-rata usia pelajar merupakan masa anak ingin coba-coba dan mudah dipengaruhi. Olehnya, peran serta masyarakat, khususnya orang tua dalam mengawasi anak usia pelajar sangat penting agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Untuk pencegahan kita hampir setiap hari laksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah,” kata Sahidi.

Selain sosialisasi ke para pelajar di sekolah-sekolah, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada orangtua murid.

Harapannya, para orangtua pelajar yang telah mendapatkan sosialisasi dapat menjaga anaknya dari ancaman bahaya narkotika yang tidak hanya dapat merusak saraf tapi juga bisa menyebabkan kematian itu.

Selain itu, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat pihaknya juga tengah menyiapkan program Tim Relawan Anti Narkoba.

“Program ini untuk menggantikan program Satgas Narkoba. Fungsinya untuk mempromosikan dan publikasi tentang bahaya narkoba ke masyarakat. Mereka yang akan tergabung di tim ini merupakan relawan, baik dari masyarakat umum, pendidikan dan para tokoh agama,” ujar Sahidi.
 
52 Orang Direhab

Pada 2017 BNN Kota Palu sudah menangani empat kasus pidana narkotika hingga Maret. Namun untuk kasus penyalahgunaan angkanya jauh lebih banyak lagi, meski Kepala BNN Kota Palu tidak menyebut jumlah pastinya namun angkanya lebih dari 400 penyalahgunaan narkotika di Kota Palu, sebagian besarnya dari kalangan pelajar.

BNN Kota Palu sendiri ditarget tahun ini bisa merehabilitasi penyalahgunaan narkotika sebanyak 52 orang untuk rawat jalan, dan 100 penyalahgunaan untuk rawat inap. Namun, baru memasuki Maret 2017 saja angka yang ditarget untuk rehabilitasi rawat jalan sudah bisa dicapai.

Hal ini membuktikan bahwa begitu banyaknya korban penyalahgunaan narkotika di Kota Palu. “Di Seksi Rehabilitasi kita ditargetkan melakukan (rehabilitasi) rawat jalan sebanyak 52 orang tahun ini. Tapi baru Maret saja kita sudah capai angka 52 orang itu,” kata Kepala BNN Kota Palu, Sahidi.

“Sementara untuk rawat inap kita ditargetkan sebanyak 100 orang tahun ini, tapi kita memang belum jalankan upaya rawat inap itu. Alasannya, pihaknya masih menunggu surat dari pihak klinik atau rumah sakit tempat para penyalahguna narkotika akan menjalani perawatan rehabiltasi,” katanya.

Sementara itu, tahun sebelumnya BNN Kota Palu menangani sebanyak 15 kasus pidana Narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 17 orang. Sementara barang bukti yang didapatkan pada 2016 lalu sebanyak 200 gram.

Selain tersangka pidana, BNN Kota Palu juga menangani sekitar 400 penhyalahguna narkotika. Tidak berbeda dengan tahun 2017 ini, tahun lalu penyalahguna narkotika juga didominasi pelajar sebanyak 347 pelajar positiv terindikasi narkotika.

“Kita berharap seluruh masyarakat bisa berperan dalam melawan narkotika,” tandasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.