Friday, 17 August, 2018 - 17:25

Tiga Penganiaya Anak di Petobo Dibui 6 Tahun

Palu, Metrosulawesi.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Isjal alias Ijal (27), Beby Indrawan alias Beby (21) dan Moh Ifal Alias Ifal (25) dengan pidana penjara selama 6 tahun. Pasalnya, ketiga terdakwa itu terbukti telah melakukan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak Moh Wahyu Alfhayed Hidayat Tulah Abudjulu (korban).

Putusan itu dibacakan setelah mendengar pledoi lisan kuasa hukum terdakwa dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Palu, Kamis, 24 Mei.

Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada yang didampinhi dua Hakim anggota menyebutkan, bahwa Isjal, Beby Indrawan dan Moh Ifal merupakan terdakwa kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian korban Moh Wahyu Alfhayed Hidayat Tulah Abudjulu. Peristiwa na'as itu terjadi di Jalan Nambo, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan pada Rabu 21 Februari 2018 sekira pukul 21.00 Wita.

Made menuturkan, ketiga terdakwa itu terbukti melanggar dakwaan primair pasal 80 Ayat 3 Jo Pasal 76 c UU Nomor: 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor: 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sehingga, ketiga terdakwa di pidana dengan pidana penjara masing-masing selama 6 tahun. Putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda senilai Rp100 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Bahwasannya, peristiwa tersebut berawal saat ketiga terdakwa menggunakan mobil pick up hendak pulang ke rumah. Namun berhenti karena melihat Rizal (terdakwa dalam berkas terpisah) sedang menarik saksi korban inisial GR (15). Ketika Muh Ifal turun dari mobil, Rizal melihat korban Moh Wahyu lari dari belakang rumah Heriyanto hingga mengejarnya dari arah berbeda. Sementara Beby Indrawan ikut mengejar korban kearah lari korban, serta menemukannya sembunyi di semak-semak. Terdakwa Beby langsung memukul korban dua kali dengan tangan terbuka ke bagian wajah kemudian menarik korban. Saat itu datang Muh Ifal memukul korban dengan tangan dikepal sebanyak empat kali. Terdakwa Isjal juga datang dan langsung memukul korban dua kali dengan tangan mengepal yang mengenai lengan kanan dan kiri serta menendang satu kali mengenai pantat korban. Ketika Isjal membawa korban, Beby dan Moh Ifal mengikut dari belakang korban sambil memukul korban dengan tangan mengepal sekitar lima kali mengenai muka korban. Setelah itu, Moh Ifal dan Beby kembali ke rumah Heriyanto. Sedangkan Isjal tetap membawa korban ke tempat kejadian pertama. Di tempat tersebut Isjal membaringkan korban disamping saksi korban GR. Isjal bertanya ke GR dimana laptop dan TV? Lalu dijawab bahwa laptop dan TV ada di rumah korban Alfhayed katanya. Isjal pun membuka sepatu lalu memukul muka korban Moh Wahyu kemudian menuju ke rumah Heriyanto dan bertemu Beby, Moh Ifal dan Rizal. Setelah itu, mereka pulang ke rumah karena sudah banyak warga datang ke tempat kejadian perkara.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Rizal alias Isal (21) dengan pidana penjara selama 3 tahun. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa Rizal dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda senilai Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Terdakwa Rizal alias Isal terbukti melanggar dakwaan primair Pasal 80 Ayat (2) Jo Pasal 76 c UU Nomor: 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor: 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan.
 
Setelah membacakan putusan, Majelis Hakim I Made Sukanada memberikan kesempatan kepada para pihak untuk pikir-pikir selama tujuh hari. Apabila selama tujuh hari tidak menyatakan sikap, berarti perkara ini dinyatakan incraht.   


Editor: Udin Salim