Friday, 15 December, 2017 - 22:08

Tiga Pilkada di Sulteng Digugat ke MK

Suasana pengajuan permohonan perselisihan hasil pilkada di Gedung MK, Jakarta, Sabtu (19/12/2015). (Foto : Dok MK)

Palu, Metrosulawesi.com - Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima puluhan permohonan gugatan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015.

Hingga Minggu (20/12/2015) malam, berdasarkan pantauan di laman twitter Mahkamah Konstitusi di @Humas_MKRI sudah ada 89 pihak yang mendaftarkan gugatan.

Khusus Sulawesi Tengah, dari sembilan pilkada, setidaknya sudah tiga pilkada kabupaten yang telah didaftarkan gugatannya yakni Poso, Banggai, dan Tolitoli.

Pilkada Banggai digugat sekaligus oleh dua pasangan yang kalah jumlah perolehan suara yakni pasangan Makmun Amir-Batia Sisilia Hadjar dan pasangan Sofhian Mile-Sukri Djalumang.

Diketahui, dari tiga pasangan yang bertarung di Pilkada Banggai, pasangan Herwin Yatim-Mustar Labolo yang diusung PDI Perjuangan dan Demokrat itu meraih suara terbanyak.

Sementara itu pilkada Poso digugat oleh pasangan calon Frany Djaruu-Abd Gani T Israil. Pasangan yang diusung Partai Demokrat itu menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat ke MK.

Diketahui, pilkada Poso diikuti oleh empat pasangan calon. Selain Frany Djaruu-Abd Gani T Israil, tiga lainnya yakni Amdjad Lawasa-Maxnover Kaiya, Wiabumi Kaluti-Yohanis Krisnajaya Syaiban dan sang pemenang pasangan Darmin A Sigilipu-Samsuri.

Sedangkan untuk Tolitoli digugat oleh peraih suara terbanyak kedua yakni pasangan calon Amran Hi Yahya dan Zainal M Daud.

Pasangan ini kalah perolehan suara dari petahana Moh Saleh Bantilan-Abdul Rahman. Adapun pilkada Tolitoli diikuti oleh empat pasangan calon.

"Pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) masih menjadi isu utama yang didalilkan oleh para pemohon perkara sengketa hasil Pilkada 2015," demikian informasi yang dilansir MK di websitenya, Minggu (20/12/2015).

Selain tiga kabupaten di Sulteng yang telah mendaftar ke MK, pilkada gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah juga berencana menggugat ke MK.

Ketua NKRI, Tim Pemenangan Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam (RusdIhwan), Ridha Saleh menegaskan, pihaknya telah mempersiapkan data dan bukti kuat untuk dijadikan landasan hukum saat melakukan gugatan ke MK.

Diketahui, pasangan RusdIhwan kalah dalam perolehan suara oleh pasangan Longki Djanggola-Sudarto (Longki’S). Berdasarkan hasil pleno KPU Sulteng, RusdIhwan hanya meraih suara 620.011(45,50). Sedangkan Longki’S 742.711 (54,50 persen).

MK menerima permohonan gugatan hasil pilkada dari tiap daerah yang melakukan pilkada dengan batas waktu 3x24 jam sejak diumumkan perolehan suara hasil pemilihan oleh masing-masing KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 157 ayat (5) UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

MK membuka pendaftaran perselisihan hasil Pilkada Serentak 2015 hingga 22 Desember 2015. Pendaftaran dapat diajukan oleh pihak-pihak yang bersengketa dan pelayanan akan dibuka selama 24 jam.

Menurut undang-undang, tiap calon kepala daerah mendapatkan hak untuk mengajukan permohonan ke MK dalam waktu 3x24 jam sejak pengumuman resmi KPUD.

Hal tersebut juga diatur dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Beracara dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.
 
Sementara itu, terkait adanya gugatan ke MK, maka penetapan calon bupati terpilih yang semula dijadwalkan 21 Desember 2015, dipastikan ditunda. Berdasarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2015, penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih jika ada permohonan perselisihan akan dilaksanakan 12-13 Maret 2016.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.