Saturday, 22 September, 2018 - 05:21

Tim ANNAS Tuding KPU Tidak Independen

DEMO - Tim pendukung pasangan Anwar H Saing-Asrudin (ANNAS) kembali mendatangi KPU Parimo terkait sikap KPU yang belum menetapkan ANNAS sebagai salah satu peserta Pilkada Parimo. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.com - Sekitar 50 orang tim pasangan calon perseorangan Anwar Saing-Asrudin (ANNAS) Kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Jumat 13 April 2018 sekitar jam 16.30 wita.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Dan Keadilan (AMPHK) menginginkan agar KPU Parimo segera melaksanakan keputusan PT TUN yang telah memenangkan paslon ANNAS dalam senketa Pilkada Parmo sesuai dengan UU RI No. 10 TH 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota pasal 154 ayat 11 dan 12. Hal tersebut di ungkapkan Nasar T Pakaya selaku Orator masa aksi di depan kantor KPU Parimo.

Nasar menegaskan, mengutuk keras adanya dugaan Intervensi/campur tangan terhadap KPU Parimo atas pengambilan keputusan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Anwar H. Moh. Saing, SE dan Asrudin.

“Jika sampai hari Senin KPU Parimo belum melakukan penetapan kepada paslon ANNAS sesuai keputusan dari PT TUN, maka kami siap di penjara maupun kita mati. KPU sebagai penyelenggara harus bersikap independen dalam melakukan tugas dan fungsinya. Kami menduga KPU Parimo  menjadi boneka oleh oknum yang memiliki kepentingan,” tegas Nasar.

Massa aksi kecewa melihat apa yang sudah terjadi di KPU Parimo, karena mereka masih ragu kepada KPU untuk meloloskan paslon ANNAS menjadi peserta di Pilkada Parimo.

“Kami menganggap, upaya KPU Parimo melakukan Kasasi ke Mahkamah Sagung (MA) hanya akan merugikan waktu dan tenaga,” kesalnya.

Sementara Ketua KPU Parimo Amelia Idris melalui ponselnya yang di hubungi langsung oleh sala satu Kasubag KPU Parimo mengatakan, bahwa mengapa pihaknya belum menetapkan  Paslon ANNAS sebagai Peserta Pilkada Parimo, karena mereka masih menunggu putusan Mahkamah Agung (MA).

“Kami melakukan Kasasi ke Mahkamah Agung tersebut sesuai hasil koordinasi dengan KPU RI, sehingga kami belum bisa menetapkan paslon ANNAS menjadi peserta Pilbup, untuk itu kami masi menunggu hasil putusan MA,” tutur Amelia.

Dia juga mengatakan, bahwa KPU Parimo hanya mengikuti aturan, karena masih menunggu keputusan dari Mahkamah Agung (MA), serta tidak ada perlawanan antara paslon ANNAS dan KPU,  ini hanya disesuaikan dengan mekanisme dan aturan yang berlaku dari KPU RI.


Editor: Elwin