Thursday, 21 June, 2018 - 18:18

Tim Ekspedisi Bhakesra Tetap Lirik Kepulauan Togean

Rapat koordinasi Pemda Touna untuk menyiapkan penyambutan Tim Ekspedisi Sail Tomini di Togean. (Foto : Harris Wartabone)

 

Sail Tomini di Parimo Tidak Diminati Wisatawan Asing

Ampana, Metrosulawesi.com – Meskipun pembukaan Sail Tomini 2015 dipusatkan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada  19 September 2015 mendatang, namun Tim Ekspedisi Bhakti Sosial Kesra Nusantara (Bhakesra)  tetap akan melakukan kegiatan sosial dan pariwisata di Kepulauan Togean sebagai destiniasi wisata di Teluk Tomini. 

Kegiatan Bhakesra nantinya meliputi pemberian bantuan yang akan dilaksanakan di Kepulauan Togean, diantaranya di Wakai dan Batudaka. Sekretaris Daerah Kabupaten Touna Syaiful Bahri Laborahima mengaku,  Tim Ekspedisi saat ini dengan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dalam pelayaran dan direncanakan tiba di perairan Kepulauan Togean pada Tanggal 17 September nanti.  

“Untuk itu semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini untuk mempersiapkan segala sesuatunya," ungkap Syaiful disela-sela rapat koordinasi di bersama Polres, Kodim, Kepala Dinas dan Camat di Wakai yang berlangsung di kantor  Bupati Touna, Rabu (2/9/2015). 

Selanjutnya Kapolres Touna AKBP Benni Baehaki Rustandi dalam kesempatan itu menyampaikan, kesiapan jajaran Personil Polres Touna dalam mengamankan Sail Tomini 2015. Baik personil maupun fasilitas yang dibutuhkan dalam mendukung suksesnya pelaksanan Sail Tomini-2015.

“Jajaran Polres Touna telah siap mengamankan Sail Tomini-2015, baik kesiapan personil maupun sarana prasarana yang dibutuhkan berupa Speed Boat dan yang lainnya, untuk dipergunakan serta kita siapkan personil SAR yang sudah dilatih untuk mengantisipasi apabila ada pengunjung ataupun wisatawan asing yang berwisata di Kepulauan Togean mengalami hal yang tidak diinginkan,” ungkap Kapolres.

Sementara itu secara terpisah, salah satu pelaku wisata di Sulteng, Apung mengaku, wisatawan baik domestik maupun mancanegara lebih mengenal tempat wisata di Sulteng itu berada di Kepualaun Togean. 

“Beberapa turis asing yang akan mengikuti perhelatan Sail Tomini malah memesan tiket perjalanan wisata ke Togean, mereka tidak menjadwalkan perjalanan ke Parimo, ini membuktikan Sail Tomini di Parimo tidak diminati wisatawan asing,” katanya.

Sebaiknya memang, kata Apung, dalam Sail Tomini ini, Kepulauan Togean yang telah menjadi destinasi wisata dunia harus lebih ditonjolkan. Daripada memaksakan Parimo menjadi daerah wisata, namun tidak ada objek yang bisa dijual. 

“Ini sama dengan membuang-buang uang negara untuk promosi, tapi hasilnya tidak ada, lebih baik memang dana besar itu digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana wisata di Kepulauan Togean, seperti pelabuhan, bandara di Walea Kepulauan, dan lain-lain,” katanya. 

 

Editor : Subandi Arya