Thursday, 16 August, 2018 - 04:58

Timsel KPU Sulteng Beda Pendapat Soal Incumbent

KONFERENSI PERS- Ketua Timsel Anggota KPU Sulteng Muhtadin Dg Mustafa (tengah) dan empat anggota Intam Kurnia, Rahmat Bakri, Johny Salam dan Muhammad Tasrif Siara pada konferensi pers di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu 31 Januari 2018. 

Palu, Metrosulawesi- Pendaftaran calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah belum juga dibuka. Namun, tim seleksi (timsel) calon anggota KPU Sulteng sudah berbeda pendapat mengenai calon dari incumbent.

Ketua Timsel KPU Sulteng Muhtadin Dg Mustafa mengatakan, kehadiran incumbent dalam komposisi KPU Sulteng penting dan akan menjadi pertimbangan dalam proses seleksi nantinya. “Penting, tapi tidak bisa ditentukan persentasenya,” kata Muhtadin Dg Mustafa menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu 31 Januari 2018.

Namun Rahmat Bakri, anggota timsel lainnya justru berbeda pendapat. Menurut Rahmat Bakri, kesinambungan yang dimaksudkan bukan tentang personal tapi pada sistem. “Kalau (kesinambungan) personal, maka kita akan berikan persentase kepada komisioner yang sudah ada,” kata Rahmat Bakri, tidak setuju jika ada calon yang dibeda-bedakan, termasuk incumbent.

Menurutnya, siapapun berhak mendaftar baik komisioner yang lama (incumbent), maupun yang baru sama sekali. Tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun komisioner KPU kabupaten kota punya kesempatan yang sama untuk menjadi komisioner KPU provinsi. “Status pendaftar sama, bisa jadi komisioner yang lama (komisioner periode sebelumnya) baik, tapi yang baru juga baik,” tegasnya.

Sementara itu, tiga anggota timsel lainnya yakni Intam Kurnia, Johny Salam dan Muhammad Tasrif Siara tidak menanggapi pertanyaan tersebut.

Diketahui, lima komisioner KPU Sulteng akan berakhir masa jabatan pada Mei 2018. Namun, sampai saat ini tak satupun yang telah menyatakan niatnya mendaftar lagi untuk periode 2018-2023. Kelimanya adalah Sahran Raden selaku ketua, Nisbah, Muhammad Ramlan Salam, Naharuddin, dan Samsul Y Gafur.

Sementara itu, Intam Kurnia mengemukakan, sampai saat ini belum ada jadwal resmi dari KPU RI mengenai tahapan pendaftaran calon anggota KPU Sulteng. Namun, timsel telah membuat jadwal tentatif sambil menunggu jadwal resmi tersebut.

Dia berjanji jadwal akan diumumkan di media massa awal Februari 2018 agar diketahui secara luas oleh publik. Selanjutnya timsel menjadwalkan pendaftaran dilaksanakan 12-20 Februari 2018. “Jadwalnya masih tentatif sambil menunggu jadwal resmi dari KPU RI,” kata Intam.

Muhammad Tasrif Siara menjelaskan, proses seleksi dimulai dari pengumuman pendaftaran di media massa. Selanjutnya, timsel akan melakukan penelitian administrasi, mengecek kelengkapan persyaratan administrasi calon, kompetensi tentang kepemiluan dan demokrasi. Timsel akan memberikan pembobotan karena paling banyak 60 calon yang lolos seleksi hasil penelitian administasi.

Mereka yang lolos seleksi administrasi selanjutnya mengikuti tes tertulis berbasis komputer dengan metode CAT (Computer Assisted Test). Melalui sistem CAT, peserta bisa langsung mengetahui hasil jawaban yang benar dan salah. Mereka yang lolos tes CAT ini maksimal 35 orang.

Jika lolos, maka tes berikutnya adalah tes psikologi berupa tes tertulis, wawancara dan dinamika kelompok. Maksimal 30 orang yang lolos dalam tahapan ini. Berikutnya, tes kesehatan di rumah sakit tipe A meliputi tes jasmani, rohani dan narkoba. Dan terakhir tes wawancara. 

Timsel akan mengklarifikasi tanggapan dan masukan masyarakat dalam tes wawancara tersebut. Menurut Tasrif Siara, mereka yang lolos tes kesehatan dan wawancara hanya 10 orang. Hasil kerja timsel, selanjutnya diserahkan ke KPU RI yang dijadwalkan 17 April 2018 mendatang.

 

Titipan parpol

Ketua Timsel KPU Sulteng Muhtadin Dg Mustafa menegaskan, timnya akan bekerja sesuai dengan regulasi, menjaga kredibilitas, moralitas dan integritas. “Proses akan diumumkan kepada masyarakat agar lebih terbuka,” tegasnya.

Timsel juga berharap masukan masyarakat dan memberikan informasi mengenai calon anggota KPU Sulteng agar nantinya terpilih yang terbaik. Bagi mantan pengurus parpol yang hendak mendaftar menjadi calon anggota KPU Sulteng, minimal tidak lagi menjadi pengurus dalam lima tahun. “Kami bekerja sama dengan BNN, kejaksaan, rumah sakit, Polda dan BIN,” katanya.

Tasrif Siara juga menegaskan bahwa tidak ada titipan dari siapapun dalam proses seleksi ini, baik dari pejabat pemerintahan maupun dari partai politik. (zal)