Saturday, 22 September, 2018 - 05:51

Tingkatkan Wisatawan, Asita-Pemda Harus Bersinergi

Ketua DPD Asita Sulteng Denny Chandra menerima pataka Asita dari Korwil Asita Sulawesi Didi Leonardo Manaba. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Tengah periode 2018-2023 dikukuhkan Kamis pagi.

Untuk kedua kalinya, Deny Chandra terpilih sebagai ketua dan dilantik oleh Koordinator Wilayah Asita Sulawesi, Didi Leonardo Manaba.

Menurut Denny Chandra, Asita sebagai suatu perkumpulan pelaku jasa perjalanan Indonesia, dibutuhkan sinergi dan kerjasama dengan pemerintah daerah dan berharap dinas-dinas terkait menjalin kerjasama dengan Asita.

Lanjut Denny, program kerja jangka panjang akan menghelat Asita Travel Mart di Sulteng. Momen besar dan penting ini untuk mempromosikan destinasi pariwisata Sulawesi Tengah serta memajukan pariwisata dan perekonomian.

Saat ada 40 perusahaan perjalanan yang tergabung dalam Asita. “Sebenarnya banyak perusahaan perjalanan tapi mereka belum bergabung dengan Asita. Kita menghimbau agar bergabung,” kata Denny Chandra.
akan himbau untuk bergabung.

Dorongan penhembangan kepariwisataan juga datang dari Didi Leonardo Manaba, Korwil Asita Sulawesi.

Usai melantik kepengurusan Asita Sulteng , Didi menegaskan pentingnya branding daerah, destinasi wisata dan event-event. Kita harapkan setiap daerah ada jualan destinasi wisata.

“Tentunya dengan memaksimalkan destinasi wisata yang ada di daerah ini. Potensi bisnis juga terbuka melalui pengembangan pariwisata. Banyak membuat event dan ada yang dicreate sendiri oleh Asita,” kata Didi.

Event-event internasional, banyak segmen bisnis. Kita tergerus sedikit dgn online travel agen. Tapi sekarang ada Asita Travel Book untuk tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi. Saat ini Asita juga menghandle pertemuan IMF di Bali, Asian Games dan even lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola mengatakan Pemprov Sulteng mengapresiasi pelantikan Asita Sulteng.

“Memang pemerintah meminta Asita agar membantu dalam meningkatkan pariwisata. Kenapa pemerintah getol membangunkan Asita karena merupakan garda terdepan dalam meningkatkan pariwisata dan penghasilan daerah,” ujar Longki.

Lanjut Longki, ada enam even sudah masuk kalender pariwisata nasional. Sulteng sendiri baru dimulai pada Gerhana Matahari Total yang lalu. Saat itu sekitar 5.000 turis asing yang datang.

Ke depan, masih banyak destinasi yang bisa kita jual untuk pariwisata. Memang masih kecil pendapatan daerah tapi paling tidak daerah kami dikenal dengan berbagai destinasi pariwisata.

Turut hadir Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah serta kalangan pengelola perhotelan. (ptr/del)