Thursday, 23 November, 2017 - 08:15

Tiongkok Tertarik Bangun Industri Baja di Palu

Walikota Palu, Hidayat. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Dalam waktu dekat kota Palu akan memiliki industri baja, yang akan bertengger di kawasan ekonomi khusus (KEK) kota Palu. Dan menjadi salah satu industri baja terbesar di timur Indonesia, dengan mengambil bahan baku dari Australia. Hal tersebut diungkapkan Walikota Palu Hidayat, Sabtu, 11 Juni 2016.

Hidayat menjelaskan dari industri ini nantinya akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat kota Palu. Setidaknya akan membutuhkan 1000 tenaga kerja. Dan diantaranya akan dipilih untuk mengikuti magang di China.

“Soal keuntungan nanti akan dibicarakan kembali. Setidaknya dari pembangunan industri ini, akan ada 1000 orang yang bisa mendapatkan pekerjaan,” ujar Hidayat.

Hidayat menuturkan, rencana pembangunan industri tersebut, berasal dari keinginan salah satu investor terbesar asal Tiongkok, yang ingin menanamkan saham di kota Palu dengan membangun industri besi baja.

“Itu hasil kunjungan yang saya lakukan bersama Gubernur Sulteng, di Tang San dan Beijing,” ujar Hidayat.

Rencananya pembangunan industri tersebut akan membutuhkan lahan seluas 500 hektar di KEK, dan 30 sampai 150 hektar dikawasan pantai yang digunakan sebagai dermaga. Sehingga, untuk memuluskan rencana tersebut, Walikota Palu sudah melakukan dialog bersama dengan sejumlah warga pemilik lahan di Pantoloan.

“Saya sudah bertemu masyarakat, menanyakan kesiapan lahan dari masyarakat. Sejauh ini hasil diskusi, mereka setuju dengan pembangunan industri. Namun tetap akan ditindaklanjuti melalui surat kesepakatan bahwa mereka telah bersedia menjual lahannya. Karena investor meminta waktu secepatnya terkait masalah penyediaan lahan. Malah mereka meminta waktunya kalau bisa dalam seminggu,” beber Hidayat.

Selain itu, untuk mendukung pengoperasian perusahaan industri baja tersebut nanti dilokasi tersebut akan dibangun PLTU dengan daya 4 kali 125 megawatt.

Jika lahan sudah siap, maka akan membentuk tim kerja untuk membuat prosedur kontrak secara tertulis. Dengan membicarakan terkait harga lahan, sebagai dasar pemerintah untuk mengirim kepihak investor.

“Kalau sudah selesai ini, maka tinggal dikirim saja, pihak investor sendiri yang akan mengkaji, proses ini saya akan kawal sendiri, tidak akan ada calo,” tegasnya.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.