Monday, 26 June, 2017 - 09:51

Tiongkok Tujuan Utama Ekspor Sulawesi Tengah

Kepala BPS Sulawesi Tengah, Yohanes D Priyono (tengah) saat memberikan keterangan di kantornya. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah yang dilansir, Kamis 14 Juli 2016, berdasarkan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Tiongkok negara tujuan ekspor paling utama selama Mei 2016 yakni mencapai US$ 65,71 juta atau 60,40 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah.

Selanjutnya menyusul Korea Selatan senilai US$ 27,61 juta (25,38 persen), dan Jepang senilai US$ 14,88 juta (13,68 persen). Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya, diantaranya Amerika dan Eropa masing-masing di bawah US$ 0,25 juta.

Komoditas andalan ekspor yang diperdagangkan yakni sumber daya alam dan hasil industri domestik Sulawesi Tengah. Transaksi ekspor dan impor dilakukan melalui beberapa pelabuhan utama yakni Pantoloan, Kolonodale, Loli, dan Banggai.

Nilai ekspor Sulawesi Tengah selama Mei 2016 senilai US$ 108,79 juta atau turun US$ 40,15 juta (26,96 persen) dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung senilai US$ 108,16 juta dan provinsi lain senilai US$ 0,63 juta.

Selama Januari-Mei 2016, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 487,16 atau meningkat US$ 409,04 juta (523,60 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 78,12 juta.

Selama Mei 2016, ekspor Sulawesi Tengah didominasi dua kelompok komoditas utama, yaitu besi dan baja senilai US$ 65,55 juta atau 60,25 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 42,29 juta (38,87 persen). Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah US$ 0,30 juta.

Selama Januari-Mei 2016, kelompok bahan bakar mineral mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 243,90 juta atau 50,07 persen dari total ekspor, disusul besi dan baja senilai US$ 233,54 juta (47,94 persen), serta lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 4,90 juta (1,01 persen). Sementara itu, nilai ekspor kelompok komoditas lainnya masing-masing di bawah US$ 2,00 juta.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.