Wednesday, 23 August, 2017 - 08:46

Tolitoli Siap Produksi Mutiara dan Kima

Kepala Dinas Perikanan Tolitoli,  Ir Hardiyan Saad. (Foto : Dok Metrosulawesi)

“Saat ini, budi daya kerang mutiara dan kima sudah berjalan di Kabupaten Tolitoli yang mana tahun 2017 juga akan dilakukan uji panen dari 70 ribu benih di perairan Desa Kapas, Kecamatan Dako Pemean," - Hardiyan Saad, Kadis Perikanan Tolitoli - 

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Dominasi Luwuk sebagai penghasil mutiara, bakal disaingi Tolitoli. Investasi budi daya mutiara ini, menjadi andalan pemasok pendapatan daerah ke depan.

“Saat ini, budi daya kerang mutiara dan kima sudah berjalan di Kabupaten Tolitoli yang mana tahun 2017 juga akan dilakukan uji panen dari 70 ribu benih di perairan Desa Kapas, Kecamatan Dako Pemean," ungkap Kepala Dinas Perikanan Tolitoli,  Ir Hardiyan Saad, Kamis 5 Januari 2017.

Sementara budi daya kerang Kima yang akan ditebarkan di perairan Kabetan, Kecamatan Ogomolli juga tahun 2017 akan memulai aktivitas.

“Kedua perusahaan yang dikelola asing itu, menginvestasi miliaran rupiah,” katanya.

Perusahaan Mutiara dengan bendera PT TOM, untuk sementara sudah menabur 70 ribuan kerang mutiara di Desa Kapas, sedangkan pengembangnya tahun ini juga akan dilakukan di Desa Lingadan. Dari investasi ini, pemerintah daerah memiliki harapan untuk mendapatkan pendapatan karena peraturan yang ada dikenakan Rp 250 setiap ekor kerangnya.

“Kalau langkah awalnya sudah bisa 70 ribuan mereka tebar, belumlah seberapa dari luas kawasan yang bisa mereka gunakan di dua desa tersebut,” papar Hardiyan.

Artinya kata Hardiyan, perusahaan mutiara ini dapat menebar kerangnya mencapai ratusan ribu melihat luas kawasan yang bisa digunakan.

“Dan perlu diketahui, kadar keasinan perairan Tolitoli jauh lebih baik, belum lagi laut kita bebas polusi yang menjadi musuh utama budi daya mutiara dan kima,” katanya.

Sedangkan untuk budi daya kima, Bupati Saleh Bantilan sudah merestui kawasan pulau Kabetan dijadikan sebagai rumah kima terbesar di kawasan Timur Indonesia. Kalau kima ini, yang dibutuhkan pasar adalah dagingnya.

“Itulah ke depan, Tolitoli akan mengekspor daging kima (talibo),” jelas Hardiyan.

“Kita dalam waktu dekat akan menyelesaikan segera perizinan investasi kerang kima ini di provinsi, agar tahun ini juga bisa berjalan. Kalau ini jalan, maka Tolitoli akan muncul sebagai kabupaten penghasil mutiara dan kima di kawasan ini,” katanya.

Secara ekonomi, mutiara dan kima akan menjadi pemasok devisa baik untuk Tolitoli maupun provinsi Sulawesi Tengah pada tahun-tahun mendatang.

“Itulah sebabnya, kita telah menjalin komunikasi dengan pihak TNI Angkatan Laut agar budi daya kedua jenis sumber pendapatan ini bisa berjalan dengan baik,” tambah Hardiyan.

Hardiyan tidak merinci nilai investasi kedua usaha ini, adalah padat modal, sehingga pihaknya berharap masyarakat ikut mendukung upaya pemerintah mendatangkan investor ke daerah ini.

“Jika ini jalan dengan baik, maka lapangan kerja kedua unit investasi ini pasti membutuhkan tenaga lokal sebagai tenaga kerjanya,” imbuhnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.