Sunday, 17 December, 2017 - 08:09

Tour De Central Celebes 2017, Hotel Diminta Bersiap Sambut Ribuan Pesepeda

RAKOR - Asisten II Sekdaprov Sulteng Bunga Elim Somba (tengah) memimpin rapat koordinasi rencana pelaksanaan Tour De Central Celebes 2017 di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu 27 Desember 2016. (Foto : Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ribuan pesepeda bakal membanjiri sejumlah ruas jalan di Sulawesi Tengah sekaligus menikmati panorama alam di daerah ini. Pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia hingga ke mancanegara hadir pada event wisata minat khusus bertajuk Tour De Central Celebes 2017.

Pihak penguasaha jasa pariwisata, seperti perhotelan dan jasa transportasi di Sulteng diminta bersiap menyambut event berskala internasional itu. Begitu juga kabupaten kota yang menjadi etape atau dilewati oleh peserta.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi rencana pelaksanaan Tour De Central Celebes 2017 di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu 27 Desember 2016. Event ini menjadi gawean Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pariwisata, namun lima kabupaten kota dilibatkan karena akan dilalui peserta atau menjadi etape pada event akbar tersebut.

Asisten II Sekdaprov Sulteng Bunga Elim Somba yang memimpin rapat mengatakan, sesuai rencana lima kabupaten/ kota yang akan menjadi tuan rumah atau etape pada kegiatan ini adalah Kota Palu, Sigi, Parigi Moutong, Poso, serta Tojo Unauna.

Direncanakan, kata dia etape satu yakni dari Ampana ke Poso, kemudian dilanjutkan etape kedua Poso ke Parigi Moutong dan etape ketiga Parigi ke Palu.

“Start di Ampana kemudian finish di Palu,” jelas Elim Somba.

Dia mengatakan, tiga etape ini belum difinalisasi dan akan dirapatkan kembali. Boleh jadi, kata dia Tentena juga akan masuk sebagai salah satu etape. Kepada kabupaten kota yang masuk dalam etape, Elim Somba meminta bersiap menyambut para wisatawan nusantara dan mancanegara.

Semua jalan yang akan dilewati harus disurvei untuk memastikan kondisinya. Begitu juga dengan jarak tempuh di setiap etape harus disurvei. Elim Somba menjelaskan, sesuai dengan rencana, Januari 2016 sudah mulai action diawali dengan survei dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah kabupaten kota.

“Launchingnya dijadwalkan Januari atau Februari di Kemenpar, Jakarta,” kata Elim Somba.

Menurut Elim Somba meskipun pemain utama pada kegiatan ini adalah Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), namun organisasi dan komunitas lainnya di Sulawesi Tengah diharapkan berpartisipasi seperti Indonesia Off-Road Federation (IOF), komunitas motor gede, dan paralayang.

Begitu juga dengan pihak hotel dan cottage di lima kabupaten kota yang akan menjadi tuan rumah harus didata daya tampungnya masing-masing. Jasa perjalanan wisata juga diharapkan bisa mempromosikan event ini. Adapun waktu kegiatan sekitar dua pekan.

“Masalah jaringan telekomunikasi juga diupayakan agar tidak bermasalah pada saat kegiatan ini,” harapnya.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi yang dihadiri puluhan peserta lintas SKPD dari kabupaten kota sejumlah usulan mengemuka. Diantanya mengenai jadwal pelaksanakan yang semula direncanakan Juli agar digeser pada September. Hal ini terkait anggaran di kabupaten kota. Sebab, APBD kabupaten kota yang sudah ketok palu sementara Tour De Central Celebes 2017 tidak masuk dalam program. Selain itu, sejumlah event pariwisata sudah dijadwalkan oleh pemerintah kabupaten kota.

Kota Palu misalnya. Pelaksana tugas Sekretaris Kota Palu Darma Gunawan yang hadir pada pertemuan itu mengatakan, pada September 2017 sudah diagendakan Festival Pesona Palu Nomoni.

“Sudah dialokasikan Rp2,8 miliar untuk Palu Nomoni,” katanya.

Begitu juga di Tojo Unauna sudah mengagendakan Festival Kepulauan Togean pada Juli 2017. Sedianya, festival itu diintegrasikan dengan Tour De Central Celebes 2017, namun informasi bahwa Festival Kepulauan Togean akan digelar pada Juli 2017 sudah dipromosikan melalui website dan sudah diketahui oleh wisatawan.

Menanggapi hal itu, Elim Somba mengatakan, event yang sudah diagendakan di kabupaten kota tetap berjalan. Apalagi, jika sudah dianggarkan dan dipromosikan melalui website.

“Kita tidak akan menggeser jadwal kegiatan di kabupaten kota yang sudah ditetapkan,” katanya.

Meski demikian, ada beberapa event pariwisata di kabupaten yang masih bisa disesuaikan jadwalnya dengan Tour De Central Celebes 2017 di antaranya Festival Danau Poso.

Mengenai anggaran, Pemprov Sulteng sudah mengalokasikan untuk Tour De Central Celebes 2017. Kabupaten kota juga diharapkan turut menyokong anggaran melalui APBD perubahan 2017, khususnya lima kabupaten yang akan menjadi tuan rumah.

“Jadi, kemungkinan besar, kegiatan Tour De Central Celebes ini akan dilaksanakan pada September. Ini kesimpulan sementara untuk mengakomodir kabupaten kota agar menganggarkan di APBD perubahan,” kata Elim Somba.

Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Zalzulmida Djanggola yang turut hadir dalam rapat perdana tersebut mengatakan, hasil pertemuan ini selanjutnya akan dipaparkan kepada pihak Kementerian Pariwisata.

“Kita nanti undang rapat pihak Kemenpar untuk memberikan masukan,” kata Zalzulmida Djanggola.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Norma Mardjanu sebagai leading sector dalam pengembangan pariwisata di Sulawesi Tengah berharap, pemerintah kabupaten kota dan masyarakat mendukung event pariwisata ini sebagai upaya promosi daerah ke tingkat regional, nasional dan internasional.

Dia mengungkapkan, pihaknya menargetkan 1.500 peserta yang terdiri dari negara-negara ASEAN, Australia, dan Amerika. Selain itu, dari kawasan regional Sulawesi, ISSI dan peserta lokal Sulawesi Tengah.

“Targetnya 1.500 peserta, jadi kira-kira dengan rombongannya bisa mencapai 5.000 orang yang datang ke Sulawesi Tengah,” katanya.

Kegiatan yang diestimasi membutuhkan anggaran belasan miliar ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Sulawesi Tengah.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.