Monday, 23 July, 2018 - 06:08

Tour Refleksi Akhir Tahun Bersama Ahmad M Ali: Sudah Kunjungi Seluruh Sulteng, Tak Jor-joran Lagi di 2019

KELILING KOTA - Wartawan mengambil gambar Anggota DPR RI, Ahmad M Ali (kemeja putih) saat baru saja turun dari atas bus Partai Nasdem Sulteng, Minggu 31 Desember. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Jumpa pers tidak mesti harus formal. Seperti dilakukan anggota DPR RI, Ahmad M Ali, Minggu 31 Desember 2017. Dengan menggunakan bus Partai Nasdem, legislator asal dapil Sulteng itu mengajak wartawan keliling Kota Palu hingga ke Donggala. Sambil menikmati perjalanan, Ahmad Ali menjawab satu per satu pertanyaan wartawan.

Laporan: Elwin dan Djunaedi

Sekitar pukul 09.00 Wita, Minggu 31 Desember 2017, belasan wartawan cetak dan televisi berkumpul di Jln Swadaya Kota Palu. Mereka bercengkrama sembari menunggu Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad M Ali. Pagi itu mereka memenuhi undangan anggota DPR RI tersebut untuk berkeliling Kota Palu dan Donggala dalam rangka refleksi akhir tahun 2017 Ahmad M Ali.

Sekira pukul 10.00 Wita, bus partai Nasdem meninggalkan kediaman Ahmad M Ali membawa rombongan wartawan dan pengurus DPW Partai Nasdem Sulawesi Tengah, menuju Warkop Aweng Sis Aljufri. Ahmad M Ali mengajak para wartawan seruput kopi sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Setibanya di Warkop, bus partai Nasdem mengalihkan perhatian seluruh perhatian pengunjung Warkop, selang beberapa menit sejumlah pengunjung langsung berdiri menyalami Ahmad M Ali yang turun dari mobil. Suasana semakin ramai ketika seluruh awak media juga turun dari bus, pengelola Warkop saat itu langsung menyediakan tempat bagi rombongan.

Hari itu terasa beda, usai minum kopi dan menyantap roti bakar, saya dan rekan wartawan lainnya langsung menuju ke bus Partai Nasdem guna melanjutkan perjalanan. Ahmad M Ali membuka ruang bagi wartawan untuk memberikan pertanyaan, kritikan dan saran, semuanya siap didengarkan dan dijawab oleh mantan ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Tengah itu.

Di ruang rapat bus Partai Nasdem, nyaris tidak ada batasan bagi wartawan kepada Ahmad M Ali. Wawancara berlangsung layaknya sebuah diskusi meskipun tetap memperhatikan etika jurnalistik. Sesekali Ahmad Ali juga mengkritisi media yang tidak kritis, banyak hal yang dianggapnya tidak mendapat perhatian dari jurnalis. Dia berharap ketajaman jurnalis tidak terpasung oleh deal-deal tertentu, khususnya kepada pemerintah.

Anggota Komisi VII DPR RI itu juga meminta jurnalis untuk tidak sekadar memberitakan kinerjanya sebagai anggota dewan yang kesannya memberikan pujian. Sebaliknya dia menyarankan media massa turut mengkritisi kinerjanya sebagai wakil rakyat.

Dalam tour refleksi akhir tahun itu, terlihat Ahmad M Ali turut memperhatikan isu-isu yang diangkat media massa di Sulawesi Tengah, maka dari itu dia mengharapkan sikap kritis media massa tidak hilang. Independensi wartawan harus benar-benar diimplementasikan.

Banyak hal menjadi pembicaraan antara wartawan dengan Kak Mad, sapaan akrab Ahmad M Ali. Sekretaris DPW Nasdem Sulteng, Muslimun dan Ketua DPD Nasdem Sigi, Muh Masykur yang mendampingi Ahmad M Ali terlihat cukup serius mendengarkan pertanyaan wartawan dan jawab Kak Mad, sesekali kedua politisi itu juga turut tertawa dengan hal-hal lucu yang timbul dalam proses wawancara.

Ibarat permainan sepak bola, Ahmad Ali saat itu menerima serangan pertanyaan dari sejumlah wartawan yang memadati ruang rapat bus Partai Nasdem. Semua pertanyaan dijawab satu persatu, meskipun terkadang pertanyaan itu tidak menjadi tupoksinya di Komisi VII DPR RI.

Ahmad Ali mengungkapkan mengapa dia memilih tour bersama wartawan dalam sebuah bus partai Nasdem, tidak lain untuk menunjukkan cara komunikasi yang berbeda. Menurutnya tidak semua komunikasi yang dibangun pejabat publik harus formal, dengan jalan-jalan bersama dia rasa juga efektif untuk menyampaikan apa yang sudah dilakukan selama ini dan akan dicapai kedepan.

Saking asiknya dalam bus Partai Nasdem dengan sejumlah pembahasan, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Mobil pun berhenti di sebuah rumah makan di bagian utara pantai Teluk Palu. Puluhan rombongan baik wartawan maupun pengurus partai, langsung mengambil posisi masing-masing untuk mengisi perut.

Sajian sayur kelor, palumara dan duo menjadi pilihan makan siang saat itu. Pelayan yang mengenakan pakaian khas kaili berwarna kuning terlihat sibuk melayani, satu persatu rombongan memesan minuman segar sebagai pelengkap makan khas kaili tersebut.

Sedikitnya tiga baris meja makan saat itu dipenuhi rombongan partai Nasdem dan awak media. Sebuah momentum yang jarang terjadi. Santap siang hari terasa istimewa, diskusi ringan di depan meja makan terus berlanjut. Usai makan siang bersama, rombongan kemudian menuju Kabupaten Donggala diskusi dalam ruang rapat bus Partai Nasdem dilanjutkan kembali.

Ahmad Ali kemudian menceritakan kembali apa yang sudah dilakukannya selama memimpin DPW Nasdem Sulawesi Tengah, sedikitnya 20.000 km sudah dilaluinya untuk menyambangi masyarakat Sulawesi Tengah, tidak ada satu kabupaten yang tidak disinggahinya.

Dengan segala perjuangan selama ini, pada 2019 nanti Nasdem tidak lagi jor-joran kampanye karena sudah berbuat lebih dulu dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat.

“Kalau Nasdem masih kampanye gila-gilaan 2019, maka apa yang kami lakukan selama ini gagal. Saya meyakini itu, bahwa kurun waktu enam tahun Nasdem sudah menanamkan kepada masyarakat, bahwa Nasdem selalu ada bersama rakyat,” ujar Ahmad Ali.

Dia juga menceritakan ada pihak-pihak terusik dengan sikapnya mengelilingi Sulawesi Tengah, bahkan dia diminta untuk membatasi ruang geraknya dengan cara bagi-bagi wilayah kerja saja. Tapi bagi Ahmad Ali, perbuatan seperti itu bukanlah kebiasaan partai Nasdem. Esensinya sebagai anggota DPR, sudah menjadi kewajiban memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan nanti mau Pemilu baru datang kepada masyarakat.

Tidak terasa mobil sudah berada di Banawa sebagai ibu kota Kabupaten Donggala. Pembicaraan sedianya dilanjutkan di warung kopi, tapi sayangnya saat itu tidak ada warung kopi yang bukan karena bertepatan dengan hari libur, dan persiapan menyambut malam pergantian tahun. Akhirnya mobil pun diarahkan balik lagi ke Kota Palu.

Waktu juga sudah menunjukkan sore hari, suasana dalam mobil juga mulai hening seiring dengan banyaknya topik pembahasan. Akhirnya usai beristirahat sejenak, Ahmad Ali kemudian berpindah ruangan dari ruang rapat menuju ke kursi depan, mungkin ingin melemaskan tubuhnya yang dari tadi melayani seluruh pertanyaan wartawan.

Ruang rapat tadinya riuh dengan pertanyaan wartawan, kemudian berubah menjadi candaan sesama wartawan. Sembari menikmati perjalanan, Ahmad Ali juga sesekali mengomentari slogan-slogan di baliho oleh calon Bupati Donggala.

Menelusuri 30 km poros Donggala-Palu, rombongan kemudian memilih lokasi penjual durian di jalan M Yamin Kota Palu. Melihat mobil parkir di depan penjual durian, membuat suasana makin riuh ternyata seluruh wartawan dan rombongan partai Nasdem menyukai durian, tidak heran dalam waktu tidak terlalu lama puluhan buah durian habis disantap.

Asik menikmati suasana sore dengan buah durian, tiba-tiba Ketua Dengan Pertimbangan DPW Nasdem Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura bergabung dengan rombongan, suasana semakin ramai. Ketokohan Rusdi Mastura nampaknya menjadi magnet tersendiri bagi rombongan saat itu.

Makan durian merupakan puncak dari perjalanan rombongan wartawan bersama Ahmad M Ali. Politikus murah senyum ini tetap mengharapkan media massa khususnya para jurnalis mempertahankan independensinya, dan mengkritisi sikap-sikap pemerintah jika itu tidak berpihak kepada masyarakat.

Tepat pukul 17.00 Wita, rombongan sampai di Jalan Swadaya Kota Palu sebagai pertanda berakhirnya tour refleksi akhir tahun bersama Ahmad M Ali. Segala yang terjadi selama perjalanan menjadi pengalaman tersendiri bagi seluruh wartawan, setidaknya wartawan mengenal lebih dekat sisi lain Ahmad M Ali. Di ujung perjalanan itu Ahmad M Ali tidak lupa mengucapkan selamat tahun baru 2018. (*)


Editor : Udin Salim