Monday, 1 May, 2017 - 04:51

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Toyota dan Suzuki Sepakat Bermitra

Presiden Toyota Motor Corp Akio Toyoda (Kiri) dan CEO Suzuki Motor Osamu Suzuki. Foto: Ist

Jakarta, Metrosulawesi.com - Toyota dan Suzuki sepakat memulai perundingan untuk mengembangkan otomotif. Kemitraan ini untuk mobil ramah lingkungan, IT dan teknologi keamanan. Dalam kesepakatan tersebut, Suzuki melangkah dalam pembuatan mini vehicle terjangkau dan mobil kompak dengan teknologi dari Toyota.

Dikutip dari CNN Indonesia, Suzuki memandang Toyota memiliki keunggulan dalam penelitian dan pengembangan teknologi (R&D). Sebabnya perusahaan otomotif tersebut memiliki lebih banyak biaya untuk pengembangan.

Toyota sudah berinventasi besar dalam R&D termasuk kendaraan otonom, kecerdasan buatan dan mobil rendah emisi.

Suzuki yang sekarang mencari mitra lebih baik pernah dikecewakan oleh Volkswagen. Suzuki menyebut produsen asal Jerman itu melakukan pelanggaran dengan menyetujui mesin diesel bagi Fiat. Kemitraan Suzuki Volkswagen berakhir pada 2015 silam.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.