Tuesday, 21 August, 2018 - 06:21

Transaksi Emas di Pasar Bambaru Stagnan

Tampak terlihat sepi pembeli di toko perhiasan emas di pasar Bambaru. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Terus melonjaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mempengaruhi transaksi jual beli emas di kawasan penjualan emas Pasar Bambaru, Kota Palu. Akibatnya, transaksi emas dikawasan tersebut cenderung stagnan. 

Majid, salah seorang pedagang emas di Pasar Bambaru mengatakan, harga emas masih stabil, tidak mengalami kenaikan maupun penurunan yang signifikan. Sedangkan, penjualan harga perhiasan yang ada di dalam lemari, emas 23 masih berkisar seharga Rp600 ribu per gram.

“Harga perhiasan emas yang dijual oleh pedagang sama saja dengan sebelumnya, masih berkisar Rp600 ribu per gram untuk tipe emas 23 karat,” kata Majid, Jumat 20 Juli 2018.

Lanjut dia, sedangkan untuk emas tipe 22 harganya masih berkisar Rp500 ribu rupiah per gram semua kategori perhiasan berupa cincin, kalung, gelang dan lain–lain. 

“Untuk jenis perhiasan emas yang laku terjual masih bersifat merata, tidak ada yang lebih dominan antara perhiasan satu dengan yang lainnya,” katanya.

Namun, berbeda dengan Burhan yang juga salah satu penjual emas di pasar Bambaru. Menurut Burhan, stabilnya harga emas membuat pedagang emas merasa rugi. Selain karena mempengaruhi harga penjualan perhiasan juga mempengaruhi harga pembelian emas yang dijual pemilik sebelumnya.

Meski harga emas tidak mengalmi kenaikan, saat ini masih sepi. Kurangnya pembeli saat ini disebabkan kondisi ekonomi masyarakat yang masih dibawah rata–rata. Sehingga hal tersebut butuh perhatian pemerintah selaku pemegang kendali untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.

 

Editor: Pataruddin