Tuesday, 21 November, 2017 - 07:11

Tujuh Guru di Palu Belum Terima TPG

Imam Sutarto.

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Kota Palu, Drs. Imam Sutarto mengungkapkan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwullan II, khusus guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di semua jenjang TK, SD dan SMP se Kota Palu telah dicairkan kurang lebih 23 Miliar sejak Jumat pekan lalu,.

“Selain guru PNS, pembayaran tunjungan profesi guru honorer juga dibayarkan, tetapi langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang mengirim ke masing-masing guru non PNS, Disdik Palu hanya menangani guru PNS saja,” jelas Imam.

Imam mengatakan sebanyak 293 guru yang menerima TPG pada TW II tahun ini, yang terbagi di tiga jenjang termasuk pengawas.

“Namun saat ini masih ada kendala pada sistem pada tujuh guru SMP di Kota Palu, sehingga TPGnya belum bisa dicairkan. Maka dari itu,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu memerintahkan untuk memverifikasi dan memvalidasi data tujuh guru tersebut. Kami juga telah menggunakan berbagai cara untuk masuk pada sistem, namun masih error,” ujarnya.

Kata dia, sebab terkendalanya pencairan TPG tujuh guru tersebut pertama, ada guru sertifikat mengajarnya tidak sama dengan yang diajarkan, kemudian penginputan atau pemasukan datanya kurang pas.  

“Misalnya, kesalahan memasukkan Nomor Induk Pegawai (NIP), Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Masalah ini tidak bisa diperbaiki dengan sistem,” ungkapnya.

“Selain itu, yang selama ini menjadi persoalan bukan hanya di Kota Palu, yakni kekurangan jam mengajar selama 24 jam. Ini adalah jam wajib bagi seorang guru dalam satu minggu mengajar di sekolah, kekurangan inilah yang menjadi penyebabnya,” katanya.

Imam megungkapkan tujuh guru tersebut dari TW I dan TW II TPGnya belum terbayarkan.

“Jadi memang saat ini kami selalu intensif melakukan komunikasi terus-menerus kepada seluruh guru yang menerima TPG, sehingga ketika terjadi permasalahan dapat diantisipasi,” katanya.

“Walaupun guru tidak menghubungi, kami yang akan menghubungi mereka. Karena fungsi kami adalah memberi pelayanan terbaik kepada para guru,” ungkapnya.

Imam mengaskan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencairkan TPG ketujuh guru SMP tersebut.

“Agar semua pembayaran bisa merata,” tegasnya.

Berita ini dimuat di Harian Metrosulawesi Edisi No 914 Thn III / 29 Juli 2017. Telusuri seluruh berita Edisi ini di Metrosulawesi Digital

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.