Saturday, 22 September, 2018 - 05:02

TW I, BI Proyeksikan Ekonomi Sulteng Tumbuh Melambat

KEAKRABAN - Kepala BI Perwakilan Sulawesi Tengah Miyono (paling tengah) tampak akrab berasama sejumlah wartawan. Pimpinan bank central itu foto bersama wartawan usai merilis Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) di kantornya, Jumat 23 Februari 2018. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di daerah ini akan mengalami perlambatan pada triwulan (TW) I 2018 jika dibandingkan pada triwulan sebelumnya.

“Bila dianalisis menggunakan pola pertumbuhan lima tahun terakhir, pada triwulan I 2018 aktivitas perekonomian Sulawesi Tengah diperkirakan sedikit melambat. Berdasarkan asesmen per Februari 2018, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan I 2018 diperkirakan berada di kisaran 6,5-6,9 persen (yoy). Sedangkan pertumbuhan ekonomi 2018 diproyeksikan berada pada kisaran 7,4-7,8 persen (yoy),” ujar Kepala BI Perwakilan Sulawesi Tengah Miyono, saat merilis data Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) di kantornya, Jumat 23 Februari 2018.

Secara kuartal, pola pertumbuhan ekonomi pada triwulan I selalu lebih rendah dari triwulan IV. Hal ini, menurut Miyono, dikarenakan faktor musiman, yakni terkait dengan konsumsi masyarakat, siklus panen dan siklus realisasi belanja pemerintah yang biasanya belum begitu ekspansif pada triwulan pertama.

Selain itu, ketidakpastian realisasi produksi perdana gas amonia pada triwulan I 2018 juga masih cukup tinggi. Namun demikian, optimalisasi kapasitas produksi stainles steel akan menjadi kunci motor penggerak ekonomi Sulawesi Tengah pada awal tahun 2018 ini.

Ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan IV 2017 lalu sendiri tumbuh mencapai 9,15 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang hanya 8,73 persen (yoy). Dengan demikian, pertumbuhan tahunan 2017 tercatat 7,14 persen (yoy), angka itu menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tumbuh 9,98 persen (yoy).

“Secara sektoral, laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sebagian besar ditentukan dari lima sektor utama yakni, sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan,” jelas Miyono.

Kontribusi kelima sektor utama tersebut terhadap total PDRB Sulawesi Tengah mencapai 75,88 persen. Sisanya sebanyak 12 sektor lainnya hanya memiliki kontribusi 24,12 persen.