Thursday, 30 March, 2017 - 15:06

TW III, Investasi di Sulteng Capai Rp17,35 Triliun

RAKOR - Plt Sekretaris Daerah Sulteng Derry B Djanggola membuka Rakor Pengendalian dan Perizinan se Sulteng dirangkaikan dengan peluncuran Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIPPADU) di Hotel Swissbell Palu, Selasa, 20 Desember 2016. (Foto : Humas Pemprov)

Morowali Sumbang Rp 13,8 Triliun

Palu, Metrosulawesi.com - Plt Sekretaris Daerah Sulteng Derry B Djanggola mengungkapkan hingga akhir TW III 2016 realisasi investasi di Sulawesi Tengah mencapai Rp17,35 triliun. Menurutnya, capaian itu telah melebihi target yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp14,5 triliun.

“Pencapaian tersebut sekaligus tertinggi di wilayah Sulawesi dan nomor dua di Kawasan Timur Indonesia,” ungkap Derry saat membuka Rakor Pengendalian dan Perizinan se Sulteng dirangkaikan dengan peluncuran Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIPPADU) di Hotel Swissbell Palu, Selasa, 20 Desember 2016.

Derry merincinkan, nilai realisasi Rp17,35 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp920,5 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp16,4 triliun.

Adapun daerah sebaran penyumbang investasi terbesar di Sulteng kata Derry yaitu Kabupaten Morowali sebesar Rp13,8 triliun, Banggai Rp2,4 triliun, Morowali Utara Rp586,9 miliar, Poso Rp320,1 miliar dan Palu Rp80 miliar.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi pada seluruh aparatur penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu se Sulawesi Tengah,” puji Plt Sekda atas pencapaian tersebut.

Kedepannya, Plt Sekda terus mengharapkan dukungan semua pihak baik pusat dan daerah untuk terus mendorong dan memfasilitasi iklim investasi di Sulteng.

“Saya harap aparatur meningkatkan kualitas dan kapabilitas, bekerja profesional dan menghindari pungli,” tandasnya.

Di bagian lain dari sambutannya terkait peluncuran SIPPADU di Sulteng, mewakili gubernur ia berharap sistem itu dapat mengoptimalkan pengendalian dan perizinan di daerah sehingga bersumbangsih meningkatkan peringkat ease of doing business atau kemudahan berbisnis Indonesia dari posisi saat ini peringkat 91 hingga mencapai target, keinginan pemerintah di peringkat 40 dunia.

“Dengan ini (SIPPADU) semoga investor makin mudah berinvestasi,” pungkas Plt Sekda.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.