Wednesday, 19 September, 2018 - 11:56

Unisa Deklarasikan Desa Pantai Sehat Berbasis Religi

FOTO BERSAMA - Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Risharyudi Triwibowo Timumun, Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, H Ardiansyah Lamasituju, Penjabat Bupati Donggala, Drs M Muchlis,MM, Rektor Unisa, Dr Hamdan Rampadio,SH,MH, dan Ketua Yayasan Insan Cita Indonesia, Nilam Sari Lawira, foto bersama usai deklarasi Desa Pantai Sehat Berbasis Religi di Desa Kaliburu,Kecamatan Sindue Tambusabora,Kabupaten Donggala, Minggu 13 mei 2018. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.com - Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu mendeklarasikan Desa Pantai Sehat Berbasis Religi di Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tambusabora, Kabupaten Donggala, Minggu 13 Mei 2018.

Selain penandatanganan piagam, deklarasi ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan seperti sunatan massal gratis, pelayanan kesehatan gratis, pelayanan E-KTP gratis, serta penyuluhan kelompok nelayan.

Deklarasi yang dihadiri sedikitnya tiga ratus warga dari berbagai desa ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Kaliburu.

Kegiatan kali pertama digelar di Sulawesi Tengah bahkan di Indonesia ini dihadiri Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Risharyudi Triwibowo Timumun, Staff Ahli Gubernur Sulteng Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, H Ardiansyah Lamasituju, Penjabat Bupati Donggala, Drs M Muchlis,MM, Rektor Unisa, Dr Hamdan Rampadio,SH,MH, Ketua Yayasan Insan Cita Indonesia, Nilam Sari Lawira , dan sejumlah pimpinan OPD serta kepala desa.

Staf Khusus Menteri Desa dan PDTT, Riswahyudi Triwibowo Timumun dalam sambutannya mengapresiasi pihak Universitas Alkhairaat Palu yang menggelar kegiatan yang diakui baru kali pertama di Indonesia. Menurut Triwibowo, kegiatan kali ini sangat bagus dan tentunya tidak hanya sekadar seremoni tapi perlu tindak lanjut. Ia pun membuka peluang kepada pihak Unisa maupun pemerintah daerah untuk mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah pusat terkait kegiatan seperti itu.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus dan perlu didukung. Silakan mengajukan proposal ke pusat, insya allah kami bantu. Cukup banyak peluang sebenarnya.Hanya saja, sejauh ini tidak ada proposal masuk dari daerah ini,’’bebernya.

Gubernur Sulteng yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kesra H Ardiansyah Lamasitudju pun sangat mendukung kegiatan tersebut. Ardiansyah pun berterima kasih atas masukan yang disampaikan pihak Kementerian Desa dan PDTT terkait bantuan tersebut. Soal kegiatan yang dilaksanakan Unisa, mantan kadis pariwisata Sulteng ini berharap agar terus ditindaklanjuti dengan bekerjasama pemerintah daerah.

“Ini sangat bagus. Kita harap Unisa melakukannya secara berkelanjutan. Apalagi memang di Sulteng memiliki wilayah pesisir yang cukup luas.Ini harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik,’’tekannya.

Sedangkan Rektor Unisa Dr Hamdan Rampadio,SH,MH mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari visi misi universitas dan ingin menciptakan penelitian dan pengabdian yang tentunya juga tri darma perguruan tinggi. Apa yang didekalarasikan hari ini, lanjut Hamdan, harus terus berlanjut dengan melibatkan semua dosen dan  nantinya akan dikembangkan ke daerah lain yang memang potensial.  Hamdan menyebutkan, Desa Kaliburu hanya merupakan salah satu sampel dari sekian banyak sampel yang dipilih sebagai desa pantai sehat berbasis religi.

“Ini hanya salah satu sampel dan akan menjadi desa binaan Unisa. Ada lima desa lainnya yang juga menjadi sampel,’’ujarnya.

Pada kesempatan itu, Penjabat Bupati Donggala Drs Muchlis menyampaikan kegiatan Unisa ini sangat positif karena tidsak hanya memfokuskan pembelajaran dalam kelas tapi juga dilapangan bersama masyarakat. Dalam kegiatan ini, lanjut Bupati,ditekankan bagaimana menanamkan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan yang merupakan bagian dari iman.

“Ini sangat positif. Unisa mau menerapkan ilmunya langsung di masyarakat. Ini juga secara tidak langsung membantu meningkatkan pendapatan desa,’’ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr Ahsan Marjudo dalam laporannya menyampaikan deklarasi desa pantai sehat berbasis religi ini melibatkan ratusan warga dari seluruh desa di Kabupaten Donggala. Hanya saja untuk kegiatan pertama kali ini, khusus mengundang kepada enam desa yang menjadi sampel desa pantai sehat berbasis religi.

“Ada enam desa yang menjadi sampel kami dan Kaliburu menjadi lokasi kegiatan.Kedepannya kita bikin kegiatan di tempat lain lagi,’’ujarnya didampingi Kepala Desa Kaliburu,Anshor M Sholeh.


Editor: Syamsu Rizal

Tags: