Monday, 23 July, 2018 - 06:24

Universitas Tadulako Buka 3.962 Kuota SBMPTN, Pendaftaran Sampai 27 April 2018

BERI KETERANGAN - Wakil Rektor Untad, Prof Sutarman Yodo didampingi Koordinator Humas Panitia Lokal SBMPTN Untad, Dr Darsikin memberikan keterangan kepada awak media di Lantai III Rektorat Untad, Jumat, 6 April 2018. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun akademik 2018/2019, secara nasional telah dimulai sejak Kamis, 5 April 2018. Wakil Rektor Universitas Tadulako (Untad) Bidang Akademik, Prof Dr Sutarman Yodo SH MH mengungkapkan, pendaftaran SBMPTN dibuka sampai 27 April mendatang.

PENDAFTARANNYA secara online, dibuka sampai 27 April 2018,” ungkap Prof Sutarman didampingi Koordinator Humas Panitia Lokal SBMPTN Untad, Dr Darsikin kepada awak media di Lantai III Rektorat Untad, Jumat, 6 April 2018.

Dia menerangkan, pendaftar SBMPTN dapat memilih untuk mengikuti seleksi Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Materi ujian terbagi atas tiga jenis yaitu Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA), Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek), dan Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum).

“SBMPTN terbuka bagi para lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2016, 2017 dan 2018, termasuk lulusan paket C,” terang Prof Sutarman yang juga selaku Ketua Panitia Lokal SBMPTN 2018.

Untuk kuota yang tersedia jalur SBMPTN diungkapkan Prof Sutarman sebanyak 3.962. Jumlah itu merupakan pembagian dari total kuota sebanyak 9.935 calon mahasiswa baru di Untad tahun 2018.

Adapun penerimaan yang telah dibuka sebelumnya yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang hasilnya akan diumumkan pada 17 April mendatang. Untuk jalur SNMPTN kuota yang disediakan sebanyak 2.993, sementara sisa dari total kuota disediakan untuk jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).

“Sekarang ini perguruan tinggi tidak sebebas dulu lagi dalam penambahan jumlah kuota. Jadi misalnya peserta yang lolos SBMPTN tidak melakukan registrasi ulang, maka yang bisa dipindahkan ke kuota SMMPTN hanya 10 persen saja. Mereka yang akan dipindahkan juga harus ada surat keputusan rektor, itu sesuai ketentuan prosedur operasional baku,” tutur Prof Sutarman.

Prof Sutarman juga mengungkapkan, di SBMPTN kali ini, bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Untad, harus langsung memilih PSDKU yang diinginkan. PSDKU yang dimaksud yaitu di Kabupaten Morowali dan Tojo Una-una.

“Jadi kalau yang ingin kuliah di PSDKU Morowali atau Tojo Una-una, sudah harus memilih saat melakukan pendaftaran SBMPTN. Ini perlu kami informasikan karena kalau tahun sebelumnya kami bisa menentukan, tapi tahun ini tidak lagi, harus langsung pendaftar yang memilih PSDKU,” tandasnya.


Editor: Udin Salim