Tuesday, 26 September, 2017 - 17:10

Untad Belum Target Penerimaan Maba

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Sutarman Yodo, SH MH. (Foto : Surahmanto S/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Universitas Tadulako belum menararget jumlah mahasiswa baru (maba) yang akan diterima pada tahun ajaran 2017/2018.

Saat ditemui beberapa waktu lalu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof.Dr.Sutarman Yodo.SH.MH mengungkapkan ada beberapa pertimbangan sehingga pihaknya menargetkan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Tadulako tahun ini.

“Karena kita masih melihat kapasitas ruangan, jumlah dosen dan lulusan di tahun sebelumnya. Kami masih melihat kapasitas ruangan mampu menampung berapa mahasiswa, serta melihat jumlah dosen  berkurang atau bertambah, sementara jumlah lulusan di tahun lalu sangat menentukan jumlah penerimaan tahun ini. Karena kita harus melihat berapa banyak yang lulus tahun sebelumnya, agar kita tahu berapa kuota yang bisa masuk di tahun selanjutnya,” katanya.

“Untuk sementara proses penerimaan mahasiwa baru sedang berlangsung pada tahap SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pendaftaran di mulai sejak 16 Februari hingga 6 Maret 2017,” sambungnya.

Prof. Sutarman menjelaskan proses seleksi SNMPTN  dilakukan melalui beberapa tahap.

“Awalnya tahap lounching SNMPTN, lalu pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS), selanjutnya verifikasi PDSS,  selanjutnya tahap pendaftaran, lalu proses seleksi yang saat ini berlangsung sejak 16 Maret hingga 15 April 2017, dan pengumuman kelulusan pada 26 April 2017,” katanya.

“PDSS memuat data nilai rapor siswa yang diisi oleh pihak sekolah, agar siswa di sekolah tersebut mendapatkan hak mengikuti seleksi ke perguruan tinggi melalui SNMPTN yang di seleksi langsung oleh panitia pusat melalui verifikasi nilai raport siswa. Nanti hasil verifikasi akan disampaikan ke sekolah nama siswa yang lolos, selanjutnya akan melakukan pendaftaran secara online dan mengiikuti seleksi secara nasional berdasarkan nilai rapor yang  sedang berlangsung,” sambungnya.

Penerimaan mahasiswa baru di setiap program studi (Prodi) disesuaikan dengan pembagian jumlah kuota seleksi yang terdiri 30% minimal SNMPTN, 30% minimal SBMPTN dan 30 persen maksimal SMMPTN.

Pihaknya juga menjelaskan untuk SMMPTN (Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri) akan tetap dilaksanakan.

”Kami masih menunggu hasil seleksi dari SNMPTN dan SBMPTN, setelah hasil seleksi tersebut ada, barulah kami membuka seleksi SMMPTN,” katanya.

Sementara ditemui ditempat berbeda, Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) Rudy Gosal.SE.M.Si  mengungkapkan belum ada kepastian untuk perubahan kategori Uang Kuliah Tunggal (UKT).

”Kategori UKT masih sama, karena belum ada usulan perubahan kategori UKT yang masuk ke ruangan saya, hanya saya mendengar katanya prodi di fakultas teknik akan melakukan usulan,” katanya.

“Untuk kepastiannya saya belum ada, saya hanya mendengar akan ada usulan, tapi surat usulan hingga saat ini belum sampai di ruangan saya. Tapi kalau memang akan ada perubahan kategori, itu hanya berlaku kepada mahasiswa baru,” sambungnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.