Friday, 21 September, 2018 - 10:28

Untad Lelang Jabatan Rektor

Prof Sutarman Yodo. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ini kali pertama Universitas Tadulako (Untad) melelang jabatan rektor. Perguruan tinggi negeri kebanggaan Sulteng itu mencari figur rektor secara terbuka. Siapapun pegawai negeri bisa mendaftar untuk ikut kompetisi.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Sutarman Yodo SH MH mengungkapkan, calon Rektor Untad Periode 2019-2023 terbuka untuk umum.

“Yang penting harus berstatus PNS, berpendidikan doktor dan pangkat lektor kepala. Jadi biar dosen dari perguruan tinggi lainnya boleh ikut mendaftar,” ungkap Prof Sutarman di Ruang Kerjanya di Lantai IV Rektorat Untad, Rabu, 7 Maret 2018.

Dia menerangkan saat ini tahapan Pilrek sudah masuk sosialisasi pelaksanaan dan persyaratan calon Rektor. Diharapkannya dengan terbuka untuk umum akan banyak calon yang mendaftar untuk memudahkan panitia menjaring calon terbaik.

“Kalau makin banyak yang mendaftarkan semakin bagus, kita panitia tentu akan gembira,” tutur Prof Sutarman.

Kata Prof Sutarman, hingga tahapan sosialisasi dilaksanakan belum ada yang secara terang-terangan menyatakan diri akan ikut memperebutkan kursi Rektor Untad. Pendaftaran bakal calon Rektor sendiri akan mulai dibuka pada 19 Maret sampai 5 April mendatang.

“Belum ada yang menyatakan diri ingin mencalonkan, masih malu-malu. Sekalipun ada kabar, belum bisa disampaikan tanpa memasukkan berkas,” tandas Prof Sutarman.

Sebelumnya Ketua Senat Untad, Prof H Hasan Basri Ph.D menyatakan siap menjamin panitia Pilrek akan bersikap adil terhadap semua calon. Terkait pembentukan panitia Pilrek yang dinilai sebagian pihak terlalu cepat, mengingat periode Rektor Untad saat ini baru akan berakhir pada Maret 2019 mendatang, Ketua Senat menjelaskan tujuannya untuk lebih memberikan waktu yang longgar kepada panitia.

Dengan begitu menurutnya proses pergantian Rektor akan dapat berjalan dengan maksimal. Selain itu, lanjut Prof Hasan, hal ini untuk memberikan waktu yang cukup panjang bagi instansi-instansi lainnya di luar Untad yang turut dilibatkan dalam proses pemilihan Rektor.

“Pemilihan Rektor dalam prosesnya nanti, akan melibatkan instansi lain seperti KPK dan PPATK. Itu-kan di luar kontrol kita, itulah alasannya mengapa waktunya dilonggarkan lebih lama. Kita juga menghindari adanya Plt Rektor, kalau pemilihan dilakukan terlambat sedangkan masa jabatan Rektor sudah selesai. Jadi intinya hanya itu, tidak ada alasan lain yang bernilai negatif,” terang Prof Hasan, Rabu, 21 Februari 2018.

Sebelumnya, lelang jabatan rektor ini juga pernah dilakukan di Universitas Negeri Manado (Unima) pada tahun 2016 silam. Lelang jabatan tersebut, agar figur yang dihasilkan benar-benar memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan rektor.


Editor: Udin Salim