Saturday, 22 September, 2018 - 09:19

Untad Tertibkan Pedagang Siomay

BAKAL DITERTIBKAN - Salah pedagang tanpa kantin di lingkungan Untad yang akan ditertibkan dalam rangka penataan dan kebersihan area kampus. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Universitas Tadulako (Untad) melalui Kepala Biro Umum dan Keuangan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 5895/UN28/TU/2018 tentang Larangan Menjual di Lingkungan Kampus Untad.

Surat edaran tersebut diteken oleh Kepala Biro Umum dan Keuangan Drs H Sukran M.Si tertanggal 10 September 2018. Poin utama surat edaran itu melarang pedagang yang tidak memiliki kantin menjajakan dagangannya di lingkungan Untad.

Salah satu sasaran surat edaran yang tengah ramai diperbincangkan yaitu pedagang siomay. Diketahui selama ini hampir semua pedagang siomay di lingkungan Untad tidak memiliki kantin sehingga terpaksa harus ditertibkan.

Sukran menjelaskan surat edaran itu dalam rangka penataan dan kebersihan area lingkungan kampus menindaklanjuti rekomendasi hasil visitasi tim Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam pendampingan akreditasi Untad.

Untad kini memang dalam proses reakreditasi yang salah satu komponen penilainnya kebersihan lingkungan kampus sehingga perlu dilakukan penataan terhadap pedagang yang tidak memiliki kantin. Melalui surat edaran itu Sukran berjanji akan mengupayakan pengembalian kontribusi yang sempat dibayarkan para pedagang tanpa kantin tersebut.

“Bagi penjual tidak tetap (berkendaraan atau menggunakan tenda dan semacamnya) yang sudah terlanjur membayar kontribusi pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Tadulako akan diperhitungkan pengembaliannya,” ujar Sukran.

Surat udaran ditujukan kepada Direktur Pusat Pengembangan Usaha, Kepala Satuan Pengaman Kampus, Kepala Polsaka dan para pedagang tanpa kantin untuk dilaksanakan (ditindaklanjuti).

Sementara itu salah satu pedagang siomay yang kerap berjualan di Fakultas Ekonomi Untad Zuki mengaku pasrah. Pedagang yang terkenal dengan siomay ikannya itu kini pindah berjualan ke luar lingkungan Untad.

“Kami sudah pindah ke luar dekat bundaran Untad, tepatnya di jejeran kios ujung yang disekitaran bundaran,” ungkap Zuki kepada Metrosulawesi, Rabu, 12 September.

Zuki menambahkan bosnya Parli selaku pemilik dagangan sudah sejak tahun 2009, berjualan di Fakultas Ekonomi Untad. Siomay ikan Fakultas Ekonomi ini cukup diminati banyak mahasiswa. Bahkan saat Metrosulawesi menyambangi lokasi jualan siomay ikan tersebut terlihat sejumlah mahasiswa yang belum mengetahui surat edaran Kepala Biro Umum dan Keuangan telah menunggu.

“Kami belum tahu surat edaran itu, pantas saja sampai sekarang belum buka siomay ikannya,” ucap salah seorang mahasiswi.


Editor: M Yusuf Bj