Friday, 18 August, 2017 - 09:11

Upacara HUT Kota Poso, Bupati Tidak Hargai Kepala Daerah yang Hadir

Muhaimin Yunus Hadi - Darmin Sigilipu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Upacara peringatan HUT kota Poso ke-112 yang digelar Jumat, 10 Maret 2017 lalu, di Lapangan Sintuwu Maroso, yang dipimpin Bupati Poso Darmin Sigilipu, menyisahkan kesan tidak baik bagi kepala daerah dari beberapa kabupaten di Sulteng yang hadir.

Pasalnya, saat Bupati Darmin menyampaikan  pidato sambutan peringatan HUT Kota Poso, sama sekali tidak memberi kata-kata penghormatan kepada perwakilan Gubernur Sulteng dan beberapa kepala daerah dari beberapa kabupaten yang hadir.

Menurut Angggota DPRD Poso Muhaimin Yunus Hadi, dalam pidato sambutan yang disampaikan bupati dihadapan ratusan masyarakat Poso yang hadir saat itu, secara protokoler harusnya bupati membuka pidato dengan menyampaikan kata-kata penghormatan kepada gubernur yang diwakili Staf Ahli Hidayat Lamakarate dan beberapa kepala daerah yang sempat hadir. Seperti, Bupati Donggala Kasman Lassa, Wakil Bupati Sigi Paulina, Wakil Bupati Touna Admin Lasimpala, Wakil Bupati Morowali, SU Marundu dan beberapa wakil kepala daerah lain di Sulteng.

"Tapi ini, dalam pidato itu tidak ada sama sekali memberi kata-kata penghormatan itu, secara protokoler pemerintahan hal, ini sangat tidak etis dan memalukan kepala daerah serta warga Poso, sebab para kepala daerah itu hadir karena menghormati undangan warga dan Pemda Poso," kata politisi PAN itu, Sabtu 11 Maret 2017.

Makanya, kata pria yang akrab disapa Mimin itu, setelah pidato itu dirinya langsung meninggalkan lokasi upacara HUT kota Poso karena malu kalau bupatinya tidak paham etika pemerintahan.

"Pidato bupati yang tidak menyampaikan kata-kata penghormatan itu bentuk jika bupati tidak mengerti etika pemerintahan dan berorganisasi, ini sangat memalukan," ujarnya.

Hal itu juga, tambah Mimin, karena kebodohan Kepala Bagian Humas Pemda Poso yang membawahi keprotokoleran yang tidak menyiapkan kata-kata penghormatan kepada undangan terutama kepala daerah yang hadir.

"Saya kira Kabag Humas Pemda Poso perlu dievaluasi, akibat ketidakpahaman tentang etika pemerintahan, tidak mengingatkan bupati untuk menyampaikan kata-kata penghormatan, atau minimal Kabag Humas ingatkan kepada bupati siapa-siapa saja kepala daerah yang hadir agar disebut dalam pidato penghormatan," ujar Mimin.

Sebagai wakil rakyat dirinya merasa malu memiliki bupati yang tidak dapat menghormati kepala daerah lain.

"Sebagai wakil rakyat kami malu mendengar pidato bupati Poso itu. Makanya kami minta Kabag Humas untuk menjelaskan kelalaian itu," tutupnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.